Gelembung Udara di Selang Infus Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
JAKARTA, iNews.id - Munculnya gelembung udara kecil yang bergerak di sepanjang selang infus kerap membuat keluarga pasien panik. Banyak yang khawatir udara tersebut akan masuk ke pembuluh darah, menyumbat jantung, hingga mengancam nyawa pasien.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, menjelaskan secara medis udara yang masuk ke dalam pembuluh darah memang memiliki risiko yang dikenal sebagai venous air embolism atau emboli udara. Namun, gelembung kecil pada selang infus tidak otomatis menyebabkan kondisi fatal.
“Kalau kita bicara secara medis, udara yang masuk ke pembuluh darah itu memang bisa berbahaya dan bisa disebut venous air embolism atau emboli udara. Tapi bukan berarti satu gelembung udara kecil di selang infus itu langsung bikin seseorang jadi meninggal,” kata dr Adit dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, komplikasi serius umumnya terjadi ketika udara dalam jumlah cukup besar masuk ke pembuluh darah vena dalam waktu cepat. Udara tersebut dapat terbawa menuju jantung dan kemudian ke pembuluh darah paru-paru sehingga menghambat sirkulasi.
“Karena masalah serius ini bisa terjadi kalau udara dalam jumlah yang cukup besar masuk ke pembuluh darah vena dengan cepat, yang di mana udara ini bisa terbawa menuju jantung, lalu ke bawah ke pembuluh darah di paru, dan menghambat aliran darah di sirkulasi paru. Dan dalam kondisi yang berat, ini dapat menyebabkan sesak mendadak, nyeri dada, penurunan tekanan darah, gangguan kesadaran, bahkan kolaps kardiovaskular,” ujarnya.
dr Aditya juga mengingatkan bahwa jenis akses infus perlu diperhatikan. Gelembung udara pada jalur vena sentral atau central venous catheter membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi dibandingkan gelembung mikro pada infus perifer yang umumnya dipasang di tangan atau kaki.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika pendamping pasien melihat gelembung udara dalam jumlah cukup banyak pada selang infus?
dr Aditya mengingatkan agar pendamping tidak panik dan tidak mencoba mempercepat aliran infus untuk menghilangkan gelembung tersebut. Tindakan seperti memencet selang justru tidak dianjurkan.
“Pertama, gak boleh panik! Dan jangan mencoba mendorong udara masuk dengan mempercepat infus-nya, apalagi kalian pencet-pencet biar udaranya hilang. Justru itu berbahaya,” katanya.
Jika memiliki pengetahuan dasar medis, tindakan sementara yang dapat dilakukan adalah menutup roller clamp untuk menghentikan aliran infus. Setelah itu, pendamping harus segera memanggil perawat atau tenaga medis yang bertugas agar kondisi selang diperiksa.
“Tapi kalau misalnya kamu tahu, atau yang jaga ternyata tenaga medis, kamu bisa menutup roller clamp, hentikan sementara aliran infus-nya. Lalu segera panggil perawat atau misalnya tenaga medis yang memang lagi jaga untuk memeriksa dan melakukan priming ulang dengan benar. Dan jangan membongkar atau menyambungkan selang sendiri tanpa kalian tahu,” ujarnya.
Dia menambahkan, bantuan medis harus segera dipanggil apabila pasien mengalami gejala seperti sesak napas mendadak, nyeri dada hebat, pusing berat, atau penurunan kesadaran. Gejala tersebut perlu mendapat penanganan tenaga medis karena dapat berkaitan dengan kondisi serius.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu langsung panik setiap kali melihat gelembung kecil pada selang infus. Namun, keberadaan udara pada jalur infus tetap tidak boleh diabaikan dan sebaiknya segera dilaporkan kepada petugas medis.
“Tapi balik lagi, gelembung kecil di selang infus itu tidak otomatis berarti pasien ini akan mengalami emboli udara secara fatal langsung. Tapi tetap, ingat pesan aku, udara yang ada dalam jalur infus itu tetap tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani