Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abu Anak Krakatau Diprediksi Bertahan 2 Hari di Jabar, BMKG Soroti Cuaca dan Arah Angin
Advertisement . Scroll to see content

Harga Masker KN95 Mendadak Lebih Mahal 10 Kali Lipat, Dokter Ungkap Alternatif Lain

Senin, 07 September 2026 - 15:52:00 WIB
Harga Masker KN95 Mendadak Lebih Mahal 10 Kali Lipat, Dokter Ungkap Alternatif Lain
Ilustrasi masker medis 3 lapis. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga masker KN95 dan N95 dilaporkan melonjak di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini membuat masyarakat yang membutuhkan perlindungan dari paparan abu vulkanik harus mencari alternatif masker yang tetap bisa digunakan.

Di tengah kelangkaan tersebut, muncul sejumlah tips penggunaan masker alternatif. Salah satunya menyarankan masyarakat membasahi masker agar dianggap lebih efektif menyaring abu vulkanik.

Namun, cara tersebut justru tidak disarankan oleh dokter. Dokter Tubagus Siswadi melalui akun X @tb_siswadi membagikan sejumlah tips bagi masyarakat yang belum mendapatkan masker N95 atau KN95.

Menurut dia, masker bedah 3 ply masih dapat digunakan sebagai pilihan sementara, dengan catatan masker tersebut dipakai secara rapat atau memiliki fit yang baik di wajah.

"Harga N95 dan KN95 mulai naik, sementara abu vulkanik bikin orang tetap butuh perlindungan," tulis dr Tubagus, dikutip Senin (7/9/2026).

"Kalau belum bisa beli N95/KN95, jangan buru-buru pakai masker basah," lanjutnya.

Tubagus menjelaskan, perlindungan masker tidak hanya ditentukan oleh bahan pembuatnya. Hal yang juga penting adalah seberapa rapat masker menempel pada wajah.

Karena itu, dia menyarankan masyarakat memilih masker bedah 3 ply yang dilengkapi kawat hidung. Setelah masker terpasang, kawat tersebut perlu ditekan mengikuti bentuk hidung. Bagian bawah masker kemudian ditarik hingga menutupi dagu.

Masyarakat juga perlu memeriksa bagian kanan dan kiri masker. Jika masih terdapat celah yang terbuka, udara dari luar termasuk partikel abu vulkanik berpotensi masuk melalui celah tersebut.

"Jadi masalahnya bukan cuma bahan masker, tapi seberapa rapat dia nempel di wajah," tulisnya.

Jika bagian samping masker masih terasa longgar, Tubagus menyarankan teknik knot and tuck. Teknik ini dilakukan dengan mengikat tali masker di dekat sisi masker, kemudian melipat bagian kain yang menganga ke arah dalam.

Cara tersebut dapat membantu membuat masker bedah lebih rapat dibandingkan pemakaian biasa.

Bisa Pakai Masker Kain, tapi Bukan sebagai Filter Utama

Alternatif lainnya adalah menggunakan masker bedah di bagian dalam, kemudian menambahkan masker kain yang pas di bagian luar.

Namun, Tubagus menegaskan masker kain dalam kombinasi tersebut bukan berfungsi sebagai filter utama. Masker kain lebih berfungsi membantu menekan masker bedah agar celah di bagian samping wajah menjadi lebih kecil.

"Masker kainnya bukan jadi filter utama. Fungsinya lebih ke menekan masker bedah supaya tidak banyak celah di samping," jelasnya.

Meski demikian, penggunaan dua masker tidak perlu dipaksakan apabila justru membuat pemakainya kesulitan bernapas.

Jangan Basahi Masker

Tubagus secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membasahi masker dengan harapan kemampuan filtrasinya meningkat. Menurutnya, air tidak akan membuat masker bedah memiliki kemampuan penyaringan setara dengan N95 atau KN95.

"Air tidak membuat masker bedah berubah jadi N95," tegasnya.

Masker yang dibasahi justru dapat membuat proses bernapas menjadi lebih berat. Pada jenis masker tertentu, kondisi basah juga berpotensi mengganggu kemampuan filtrasinya.

Jika masyarakat ingin menggunakan air dalam proses membersihkan abu vulkanik, yang sebaiknya dibasahi adalah abu yang sudah mengendap di permukaan. Tujuannya agar abu tidak kembali beterbangan ketika dibersihkan.

Perlindungan Tak Cukup Hanya dengan Masker

Selain menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan abu vulkanik sedang tebal.

Pintu dan jendela rumah juga sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya abu. Masyarakat pun diimbau tidak menyapu abu dalam kondisi kering karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan terhirup.

Tubagus menegaskan, ketika masker N95 atau KN95 sulit diperoleh maupun harganya melonjak, masker bedah 3 ply yang digunakan secara rapat tetap dapat menjadi pilihan sementara.

"Jadi kalau N95/KN95 lagi mahal, masker bedah 3 ply yang rapat masih lebih baik daripada tidak pakai apa-apa," tulisnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut