Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kesehatan Mental Anak Tak Boleh Diabaikan, Bisa Picu Tindakan Ekstrem!
Advertisement . Scroll to see content

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Remaja Rentan Kena Tekanan dan Depresi

Rabu, 10 Oktober 2018 - 16:36:00 WIB
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Remaja Rentan Kena Tekanan dan Depresi
Remaja rentan kena depresi. (Foto: Dailymail)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) atau World Mental Health Day 2018 jatuh hari ini, Rabu (10/10/2018). Peringatan ini sebagai upaya menyadarkan kembali betapa pentingnya kesehatan mental sama halnya dengan kesehatan fisik.

Mungkin kita sudah dengar jika kesehatan mental juga beriringan dengan kesehatan fisik. Sebab, gangguan mental ringan seperti stres hingga depresi juga terkait dengan gangguan fisik. Mulai dari sakit kepala berat, kelelahan fisik, stroke, hingga gangguan jantung.

Sebenarnya, siap yang berisiko menderita penyakit mental dan bagaimana cara mencegahnya? Simak fakta-fakta berikut seperti dirangkum iNews.id dari berbagai sumber, Rabu (10/10/2018).

Remaja Lebih Rentan

Meskipun semua orang rentan mengalami stres dan depresi, namun remaja dan di usia-usia awal menuju dewasa lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental. Melansir dari World Health Organization (WHO), di masa remaja dan menuju dewasa adalah masa ketika banyak perubahan terjadi dalam hidup.

Misalnya perpindahan sekolah dari jenjang satu ke jenjang lainnya, kemungkinan pindah tempat tinggal, dan memulai status baru menjadi seorang mahasiswa atau mendatkan pekerjaan baru untuk pertama kalinya. Perubahan-perubahan semacam itu sebagian dapat memberikan efek ketakutan dan kecemasan sehingga menimbulkan stres.

Teknologi yang Semakin Masif

Penggunaan teknologi yang semakin masif belakangan ini juga turut menyumbang angka penderita penyakit mental. WHO menulis, meskipun teknologi online yang semakin luas dapat memberikan manfaat, tetapi di lain sisi bisa memberikan tekanan terhadap pengguna karena konektivitas ke jaringan virtual yang dilakukan setiap saat.

Remaja yang Tinggal di Kawasan Konflik

Semua orang yang tinggal di kawasan konflik seperti perang dan bencana alam memang lebih mungkin menderita masalah mental seperti trauma. Namun, para remaja yang tinggal di daerah-daerah tersebut sangat rentan terhadap tekanan dan penyakit mental.

Bagaimana Mencegahnya?

Perlu upaya dan keterlibatan berbagai pihak dalam menangani penyakit mental di suatu negara. Stigma dan mitos-mitos seputar penyakit mental harus diruntuhkan dan meningkatkan kembali fakta-fakta, serta edukasi terhadap kesehatan mental.

"Pencegahan dimulai dengan menyadari dan memahami tanda-tanda peringatan dini dan gejala penyakit mental. Orangtua dan guru dapat membantu remaja mengatasi tantangan sehari-hari di rumah dan sekolah," demikian dilansir dari situs WHO.

Selain itu, dukungan psikososial dapat diberikan oleh sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat lainnya. Ditambah, edukasi dan pelatihan untuk petugas kesehatan agar mereka dapat mendeteksi dan mengelola gangguan kesehatan mental di masyarakat terutama remaja dan generasi penerus.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut