Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR Usul KAI Sediakan Gerbong Khusus Merokok, Kemenhub: Kereta Ruang Umum Banyak Anak-anak dan Perempuan
Advertisement . Scroll to see content

Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Ini Dampak Berhenti Merokok pada Tubuh

Minggu, 31 Mei 2020 - 16:28:00 WIB
Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Ini Dampak Berhenti Merokok pada Tubuh
Dilarang merokok. (Foto: Rappler)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hari Tanpa Tembakau sedunia jatuh pada hari ini, Minggu (31/5/2020). Setiap tahun, tanggal 31 Mei kerap dirayakan sebagai Hari Tanpa Tembakau untuk mengajak para perokok aktif ‘berpuasa merokok’ selama 24 jam.

Hal tersebut bertujuan menarik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Penetapan Hari Tanpa Tembakau tersebut, ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) pada 1987, yang awalnya pada 7 April, dan berganti menjadi 31 Mei pada 1988.

Berhenti merokok di momen ini sekaligus di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19), merupakan hal yang tepat. Sebab, berhenti merokok mempunyai sejumlah manfaat menguntungkan bagi tubuh.

Di antaranya sirkulasi darah yang lebih baik, sistem indera yang lebih tajam, kesehatan pada gigi dan mulut, hingga dorongan untuk sistem kekebalan tubuh, yang kini sangat dibutuhkan untuk melawan virus.

Namun, ada efek samping tertentu yang dirasakan perokok aktif ketika berhenti merokok. Efek samping ini merupakan bentuk adaptasi tubuh saat tidak lagi mendapatkan asupan nikotin. Berikut gejalanya, seperti dilansir dari Healthline, Minggu (31/5/2020).

1. Gejala fisik

Beberapa gejala fisik dapat dirasakan ketika berhenti merokok. Mulai dari sakit kepala, mual, kesemutan, batuk, nyeri tenggorokan, hingga sembelit. Hal ini karena pengaruh nikotin pada seluruh sistem pada tubuh Anda, sehingga itu adalah bentuk sinyal Anda menginginkan nikotin.

2. Lekas marah dan frustrasi

Anda membuat perubahan besar, sehingga pikiran dan tubuh Anda perlu menyesuaikan diri. Hal inilah yang membuat Anda lekas marah. Bahkan tak jarang, perokok yang berhenti merokok merasakan efek cemas, insomnia, dan depresi.

3. Nafsu makan meningkat

Peningkatan energi yang Anda alami ketika berhenti merokok meningkatkan nafsu makan. Beberapa orang juga makan lebih banyak karena mereka mengganti rokok dengan makanan untuk mengatasi kebiasaan merokok. Kondisi ini tentunya dapat menaikkan berat badan Anda.

4. Mulut kering

Merokok memang menjadi penyebab mulut kering. Tetapi saat berhenti merokok, mulut bisa menjadi kering karena faktor stres dan cemas.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut