Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hotman Paris Pakai Kursi Roda usai Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie
Advertisement . Scroll to see content

Hotman Paris Sakit Saraf Kejepit L4 dan L5, Apa Itu?

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:40:00 WIB
Hotman Paris Sakit Saraf Kejepit L4 dan L5, Apa Itu?
Hotman Paris sakit saraf kejepit. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nama Hotman Paris mendadak viral usai mengumumkan resmi mundur dari pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Usai pengumuman tersebut, Hotman mengunggah foto duduk di kursi roda, ada apa? 

Mengacu pada keterangan unggahan Instagram, Hotman Paris ternyata mengalami masalah kesehatan yaitu saraf kejepit L4 dan L5. Karena itu, dia pun menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Singapura. 

Terbaru, pascaoperasi Hotman Paris mengaku mengalami masalah di luka bekas operasi. Tidak dijelaskan lebih lanjut seperti apa luka yang dialaminya. 

"Saat operasi saraf kejepit L4 dan L5 di rumah sakit Singapura. Akan OTW Singapura karena ada masalah di luka bekas operasi," tulis Hotman dalam unggahannya yang dikutip, Kamis (23/7/2026).

Dari keterangannya, diketahui Hotman sebelumnya telah menjalani operasi saraf kejepit di Singapura. Kini, dia kembali dijadwalkan terbang ke negara tersebut karena mengalami masalah pada bekas luka operasi, meski belum menjelaskan secara rinci kondisi yang dialaminya.

Unggahan lain memperlihatkan Hotman mengenakan pakaian rumah sakit sambil didorong menggunakan kursi roda. Kondisi itu langsung mengundang perhatian warganet yang ramai-ramai mendoakan kesembuhannya.

"Apa pun persoalannya, kita sebagai umat manusia ada baiknya saling mendoakan," tulis salah seorang netizen.

"Cepat sembuh Om Hotman," komentar pengguna Instagram lainnya.

Apa Itu Saraf Kejepit L4 dan L5?

Saraf kejepit L4 dan L5 adalah kondisi ketika akar saraf yang berada di antara ruas tulang belakang lumbal keempat (L4) dan kelima (L5) mengalami tekanan. Tekanan tersebut umumnya disebabkan oleh bantalan tulang belakang (diskus) yang menonjol atau pecah, sehingga menekan saraf di sekitarnya.

Ruas L4-L5 merupakan salah satu bagian tulang belakang yang paling sering mengalami gangguan karena menanggung beban tubuh cukup besar sekaligus menjadi pusat pergerakan saat seseorang membungkuk, mengangkat beban, maupun berputar.

Gejala Saraf Kejepit L4 dan L5 yang Sering Dirasakan

Saraf kejepit pada area L4-L5 tidak hanya menyebabkan nyeri punggung bawah, tetapi juga dapat menjalar ke bagian tubuh lain sesuai jalur saraf yang tertekan. Gejala yang umum muncul antara lain:

  • Nyeri pada punggung bawah.
  • Nyeri menjalar ke bokong, paha, betis hingga kaki (sciatica).
  • Kesemutan atau mati rasa pada tungkai.
  • Otot kaki terasa lemah.
  • Sulit berdiri atau berjalan dalam waktu lama.
  • Nyeri bertambah saat batuk, bersin, atau duduk terlalu lama.

Pada kasus yang berat, penderita bahkan dapat mengalami gangguan mengontrol buang air kecil maupun buang air besar. Kondisi ini termasuk keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

Apa Penyebabnya?

Ada beberapa faktor yang dapat memicu saraf kejepit di ruas L4-L5, di antaranya:

  • Hernia nukleus pulposus (HNP) atau bantalan tulang belakang menonjol.
  • Proses penuaan yang menyebabkan bantalan tulang belakang menipis.
  • Cedera akibat kecelakaan atau olahraga.
  • Kebiasaan mengangkat beban berat dengan posisi yang salah.
  • Obesitas yang memberi tekanan lebih besar pada tulang belakang.
  • Duduk terlalu lama tanpa perubahan posisi.

Kapan Harus Dioperasi?

Sebagian besar kasus saraf kejepit sebenarnya dapat membaik melalui terapi konservatif seperti obat antinyeri, fisioterapi, latihan peregangan, hingga perubahan gaya hidup.

Namun, operasi biasanya dipertimbangkan apabila nyeri tidak membaik setelah beberapa minggu hingga bulan, muncul kelemahan otot yang semakin berat, atau terdapat gangguan fungsi saraf yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hingga kini, Hotman Paris belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi luka pascaoperasi yang membuatnya harus kembali menjalani pemeriksaan di Singapura. Publik pun terus memberikan dukungan dan doa agar proses pemulihannya berjalan lancar.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut