Ini Faktor-Faktor Penyebab Anda Kecanduan Game Online

Fajar Adityo Nugroho ยท Selasa, 10 Juli 2018 - 05:49:00 WIB
Ini Faktor-Faktor Penyebab Anda Kecanduan Game Online
Kecanduan game online berbahaya untuk perkembangan anak kecil. (Foto: Instagram).

JAKARTA, iNews.id - Berkembangnya teknologi memudahkan kita untuk mendapatan informasi sekaligus hiburan. Salah satunya adalah permainan berbasis internet (online gaming) yang saat ini marak dimainkan.

Namun, ada sisi buruk yang membuat permainan ini menjadi adiksi dan menghilangkan sisi sosial seseorang. Jika hal ini dibiarkan, tentunya akan berdampak buruk pada faktor biologi, psikologi, dan sosial.

"Bukan hanya faktor pribadi, tetapi ada faktor biologi, psikologi dan sosial yang mempengaruhinya," ujar praktisi kesehatan jiwa dr. Kristiana Siste, SpKJ(K) seperti dikutip dari situs Kementrian Kesehatan, Selasa (10/7/2018).

Siste menjelaskan orang yang gemar bermain game, neurotransmitter dopamine akan meningkat saat bermain, sehingga menimbulkan rasa senang (pleasure effect). Manusia dilahirkan dengan dopamine yang rendah, akan selalu mencari cara, benda atau kegiatan yang bisa meningkatkan dopaminenya. Maka dari segi biologi, seseorang yang memiliki gangguan neurotransmitter dopamine, akan lebih rentan mengalami kecanduan.

Dalam permainan berbasis online sering kali disuguhkan konten-konten yang memacu adrenalin pemainnya. Selain itu, terdapat tantangan yang senantiasa bertambah di setiap level permainan. Hal ini tentu menjadi daya tarik sekaligus merupakan risiko bagi orang-orang yang pada dasarnya secara psikologi senang mencari tantangan (novelty seeking).

Sementara itu dari sisi sosial, salah satu pola pengasuhan orangtua yang memberikan game pada anaknya sejak usia dini sehingga membentuk pola pikir bahwa bila game adalah tempat mencari kesenangan, sehingga akhirnya mereka ketergantungan.

"Bukan berarti bermain game online tidak boleh, namun Anda juga harus beristirahat dan meluangkan waktu untuk bersosialisasi. Selalu hindari untuk bermain game sampai teradiksi," katanya.

Editor : Adhityo Fajar

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda