Inspiratif, Keterbatasan Tak Halangi Regina Jadi Karateka
JAKARTA, iNews.id - Keterbatasan tak menghalangi seseorang untuk meraih prestasi. Kalimat itu tepat untuk menggambarkan sosok Regina, karateka perempuan dari Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI).
Ya, Regina adalah seorang Karateka yang menderita sindrom down, sebuah kelainan kromosom genetik 21 yang menyebabkan keterlambatan perkembangan dan intelektual. Tetapi itu tak membatasinya untuk berprestasi di bidang yang disukainya, yakni olahraga bela diri karate.
Berkat ketekunannya, Regina bahkan didapuk sebagai Leader Karateka Dojo 37 ISDI. Kehebatan Regina diakui Wahid Warisman sebagai pelatih karateka down syndrome di Karate INKAI Dojo 37 ISDI.
"Mengapa Regina dipilih sebagai leader, karena saya melihat yang percaya dirinya sangat meningkat adalah Regina," kata Wahid saat menjadi bintang tamu di acara iNtermezzo, iNews TV yang bertema "Prestasi Tak Mengenal Batas", Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).
Ia menjelaskan, ada sejumlah manfaat dari berlatih bela diri, khususnya karate untuk mereka yang mengalami down syndrome. Di antaranya meningkatkan percaya diri yang tinggi, menghidupkan semangat, dan melatih motorik otak kanan dan kiri agar bekerja.
Regina sendiri mengaku suka berlatih karate karena memiliki banyak teman. "Saya suka karate karena bisa banyak teman," ujarnya.
Karate INKAI Dojo 37 ISDI merupakan karate untuk down syndrome yang pertama di Indonesia dan mungkin dunia sebagai sebuah kelompok pelatihan karate bagi penderita down syndrome. Ada sekira 27 karateka pria dan wanita yang tergabung di komunitas ini.
Ingin menyaksikan kisah inspiratif lainnya? Saksikan iNtermezzo setiap hari pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB di iNews TV.
Editor: Tuty Ocktaviany