Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Donor Ginjal Tak Boleh Kerja Berat? Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Pendonor Ginjal, Ini 3 Hal Wajib Dijaga agar Tetap Sehat

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:05:00 WIB
Jadi Pendonor Ginjal, Ini 3 Hal Wajib Dijaga agar Tetap Sehat
Bisa beraktivitas normal seperti masyarakat umum, berikut tiga hal yang wajib dijaga setelah menjadi pendonor ginjal. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menjadi pendonor ginjal membuat seseorang hanya memiliki satu ginjal. Kondisi tersebut bukan berarti pendonor harus berhenti bekerja atau membatasi seluruh aktivitas sehari-hari.

Dokter Spesialis Urologi, Konsultan Urologi Transplantasi, Profesor Dr dr Nur Rasyid, Sp.U(K) mengatakan pendonor ginjal tetap dapat menjalani aktivitas seperti biasa, termasuk pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik.

“Kalau anda kuli bangunan, selesai ini jadi kuli bangunan juga boleh,” kata Prof Nur Rasyid dalam acara Siloam Urology Nephrology Summit (SUNS) 2026.

Menurutnya, hal yang lebih penting setelah donor ginjal adalah bagaimana seseorang menjaga kondisi tubuh. Pendonor perlu lebih memperhatikan kesehatan karena hanya memiliki satu ginjal.

Berikut tiga hal yang wajib dijaga setelah menjadi pendonor ginjal:

1. Menjaga berat badan

Pendonor ginjal perlu menjaga berat badan agar tetap ideal. Kelebihan berat badan dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah yang dapat membebani fungsi ginjal.

Prof Nur Rasyid mengingatkan pendonor agar tidak mengalami obesitas setelah menjalani prosedur donor ginjal. Pola makan sehat dan aktivitas fisik menjadi bagian penting untuk menjaga berat badan.

“Yang enggak boleh jadi gendut, yang enggak boleh jadi hipertensi. Jadi kurangin makan manis, bergeraklah, check-up teratur,” katanya.

2. Mencegah hipertensi

Tekanan darah tinggi juga perlu menjadi perhatian bagi orang yang hanya memiliki satu ginjal. Hipertensi dapat memberikan beban lebih besar terhadap ginjal sehingga pengendalian tekanan darah penting untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Sebab itu, pendonor perlu menerapkan pola hidup sehat, termasuk memperhatikan asupan makanan, membatasi konsumsi gula berlebihan dan tetap aktif bergerak.

Menjaga berat badan juga dapat membantu mengendalikan berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan kesehatan ginjal.

3. Rutin melakukan check-up

Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi hal penting bagi pendonor ginjal. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi kesehatan dan fungsi ginjal dapat dipantau sehingga perubahan yang terjadi dapat diketahui lebih awal.

Prof Nur Rasyid mengatakan pendonor cenderung lebih memperhatikan kesehatan karena menyadari hanya memiliki satu ginjal. Menurut dia, kesadaran tersebut membuat pendonor lebih rutin melakukan pemeriksaan dan menjaga kondisi tubuh.

“Hasilnya ternyata yang jadi donor lebih sehat daripada masyarakat yang bukan donor. Kenapa? Karena yang jadi donor tahu bahwa ginjal tinggal satu, dia akan teratur check-up. Dia akan jaga,” ujarnya.

Secara medis, ginjal yang tersisa dapat beradaptasi setelah seseorang menjalani donor ginjal. Namun, pendonor tetap membutuhkan pemantauan kesehatan dan perlu menjaga berbagai faktor risiko agar fungsi ginjal tetap terjaga.

Dengan demikian, menjadi pendonor ginjal bukan berarti seseorang tidak dapat kembali menjalani kehidupan normal. Aktivitas tetap dapat dilakukan, tetapi menjaga berat badan, mencegah hipertensi dan melakukan check-up secara teratur menjadi bagian penting untuk mempertahankan kesehatan setelah donor.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut