Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Ungkap Kasus Campak Mulai Menurun, Ini Data Terbaru!
Advertisement . Scroll to see content

Jalankan Kegiatan Belajar Secara Tatap Muka, MBS Ki Bagus Hadikusumo Terapkan Protokol Kesehatan dengan Ketat

Senin, 30 November 2020 - 05:59:00 WIB
Jalankan Kegiatan Belajar Secara Tatap Muka, MBS Ki Bagus Hadikusumo Terapkan Protokol Kesehatan dengan Ketat
MBS Ki Bagus Hadikusumo terapkan protokol kesehatan dengan ketat saat belajar tatap muka. (Foto: Kemenkes)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kegiatan belajar mengajar perlahan telah kembali berjalan secara tatap muka di berbagai pondok pesantren di seluruh wilayah Indonesia. Pastinya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan pondok pesantren sebagai langkah pencegahan penularan virus Covid-19.

Salah satu di antaranya, yaitu Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo Jampang, Bogor. Melangsungkan kegiatan belajar secara tatap muka sejak awal tahun ajaran baru pada Juli 2020 lalu, MBS mengaku menetapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Mudir Bidang Kerja Sama dan Sekolah KH Ahsin Abdul Wahhab. Menurutnya, terdapat beberapa program kerja sama yang dilakukan pesantren dengan pihak Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah dengan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kita memang dapat bimbingan langsung dari MPKU yang juga dengan pihak Promkes Kementerian Kesehatan. Bentuk kerja samanya adalah edukasi, (penyelenggaraan) webinar bagaimana menjalani protokol kesehatan ini sungguh-sungguh di lingkungan pesantren," ujar Abdul Wahhab kepada iNews.id pada Jumat (27/11/2020).

Adapun kerja sama tersebut berlangsung dalam bentuk pemberian edukasi kepada warga pesantren MBS Ki Bagus Hadikusumo terkait penyelenggaraan protokol kesehatan di lingkungan pesantren. Abdul Wahhab menuturkan bahwa edukasi tersebut telah sampai dan benar-benar diterapkan oleh para santri dan warga pesantren MBS lainnya.

"Alhamdulillah sampai ke santri-santri kami, sehingga mereka punya kesadaran pentingnya menjaga dari tertularnya dari virus ini. Pemahaman itu misalnya tadinya anak dengan guru saling bersalaman, tapi sejak pandemi ini tidak, khususnya bagi guru yang tinggal di luar pondok juga," kata Abdul Wahhab.

Meski cukup mengalami kendala di awal proses penerapan, diakui Abdul Wahhab, pengalihan kebiasaan santri dalam bersalaman ini berjalan dengan sangat baik. Langkah ini juga dinilai cukup berdampak bagi pencegahan penularan virus Covid-19 di lingkungan pesantren MBS Ki Bagus Hadikusumo.

"Cukup sulit ketika tidak ditekankan, karena itu sebuah akhlak dan kalau enggak salaman seperti kurang berakhlak, tapi sementara bentuk salaman diubah supaya tidak sampai saling bersentuhan. Di kelas juga guru tidak boleh terlalu dekat dengan siswa. Nah, edukasi ini sudah ada kader-kader dalam kelas yang dibina," ujar Abdul Wahhab.

(Media penanaman kangkung dan budidaya ikan lele dalam program ketahanan pangan ‘LeKung’)

Sebelumnya, pesantren MBS Ki Bagus Hadikusumo sempat memulangkan para santrinya di awal pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Namun, pihaknya kembali mendatangkan santri untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka menyusul beberapa aturan yang dikeluarkan Bupati Bogor dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Beberapa bulan itu sempat belajar daring di rumah masing-masing. Kemudian, ada beberapa aturan dari Bupati Bogor khusus pesantren sudah memungkinkan dengan protokol kesehatan ketat bisa memasukan kembali santri," kata Abdul Wahhab.

"Kami secara bertahap mulai bulan Juli sampai Agustus. Santri kami itu ada 375 orang, setiap minggu kami angsur masuk. Dua minggu kemudian karantina dulu di kamar sampai aman dan tidak ada gejala, baru boleh berbaur dengan santri yang sudah lebih dulu masuk, dan begitu seterusnya," ujarnya menambahkan.

Selain pemberian edukasi, bentuk kerja sama lainnya juga dilaksanakan dalam program ketahanan pangan di lingkungan pesantren. Pesantren MBS Ki Bagus Hadikusumo mendapatkan bantuan berupa kit budidaya sayuran kangkung serta ternak lele. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga  persediaan bahan makanan selama masa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.

"Kemudian, ada program ketahanan pangan yang mendapat 'LeKung' ya, itu (budidaya) lele dan kangkung. Alhamdulillah cukup subur, itu kita sudah tiga kali panen. Sesuai dengan amanah yang diberikan Promkes melalui MPKU, edukasi dan bibit untuk budidaya lele dan kangkung ini juga diberikan kepada masyarakat sekitar pesantren," kata Abdul Wahhab.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut