Jangan Kalap Makan Manis dan Gorengan saat Perayaan Natal, Ini Batas Amannya
JAKARTA, iNews.id – Tak bisa dipungkiri saat kumpul bareng keluarga di malam Natal dan Tahun Baru makanan manis dan goreng-gorengan selalu menemani. Dua jenis makanan inilah yang selalu menggugah selera.
Namun harus diingat terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan gorengan juga berbahaya bagi kesehatan, khususnya Anda yang memiliki penyakit bawaan. Karenanya harus diketahui batas aman saat mengonsumsinya.
Lantas, bagaimana cara membatasi diri dalam mengonsumsi makanan manis dan gorengan per hari?
Dokter Rita Ramayulis dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) mengatakan saat mengonsumsi makanan manis atau gorengan harus dibarengi dengan serat atau protein. Semisal saat sudah mengonsumsi gorengan, maka perbanyak juga serat seperti sayuran dan air putih.
“Harus dipahami batas aman orang mengonsumsi makanan manis atau gorengan. Tubuh orang dewasa seyogyanya tak membutuhkan banyak makanan manis dan gorengan. Justru yang paling dibutuhkan adalah protein. Sedikitnya orang dewasa membutuhkan enam porsi protein setiap hari,” kata dr Rita dalam webinar Ajinomoto bertajuk “Mengatur Pola Hidup Sehat Bagi yang Sibuk Bekerja” belum lama ini.
Ditekankan juga jenis makanan yang masuk dalam tubuh berpengaruh pada imunitas. Semisal dalam satu piring, dr Rita menyarankan isi setengahnya dengan sayuran, kemudian 2/3 dengan protein (dada ayam, tempe, tahu, telur), dan 1/3 lagi dengan karbohidat.
Jadi bukan gorengan atau makanan manis, menurut dr Rita yang dibutuhkan tubuh adalah serat. Pasalnya hampir 80 persen imunitas tubuh bergantung dari kesehatan usus. Dan usus bisa sehat jika kandungan seratnya terpenuhi.
“Kalau sudah banyak makanan gorengan dan manis, usahakan mengimbangi dengan serat satu porsi. Kandungan serat bisa diperoleh dari buah-buahan dan sayuran,” katanya.
Lantas bahaya apa yang mengintai saat tubuh terlalu banyak makanan manis dan lemak?
1. Karies gigi
Penyakit paling ringan yang mungkin terjadi akibat konsumsi gula berlebih adalah munculnya karies gigi. Bakteri di dalam mulut akan mengubah kandungan gula dari makanan atau minuman yang Anda konsumsi menjadi asam.
2. Obesitas
Asupan gula dan minyak yang tinggi akan menyebabkan asupan energi menjadi berlebih sehingga meningkatkan risiko Anda mengalami penambahan berat badan hingga obesitas.
3. Perlemakan hati
Perlemakan hati disebabkan oleh asupan gula tambahan jenis fruktosa yang berlebih. Ketika asupan fruktosa berlebih, maka hati akan mengubahnya menjadi lemak. Lemak tersebut akan membebani hati dan menyebabkan perlemakan hati.
Editor: Elvira Anna