Jangan Telat, Ini Pertolongan Pertama untuk Korban Mabuk Kecubung
JAKARTA, iNews.id - Pertolongan pertama seperti apa yang perlu diberikan kepada orang mabuk kecubung? Mungkin pertanyaan ini menyelimuti pikiran sejumlah orang.
Publik digegerkan dengan kejadian puluhan orang menjadi korban mabuk kecubung. Bahkan beberapa korban di antaranya sampai meninggal dunia.
Kejadian ini membuat publik bertanya-tanya soal pertolongan apa yang perlu dilakukan jika anggota keluarga mabuk kecubung. Psikater Konsultan Adiksi RSJ Sambang Lihum, Banjarmasin, dr. Firdaus Yamani SpKJ(K) mengungkap cara dan pertolongan pertama untuk menangani seseorang yang mabuk kecubung.
Jika Anda langsung melihat, segera suruh korban memuntahkan racikan kecubung tersebut sebelum muncul halusinasi berat. Anda bisa memasukkan jari ke mulut sampai ke ujung tenggorokan agar racikan kecubung dimuntahkan.
3 Pria di Palangka Raya Diamankan Polisi, Diduga Mabuk Kecubung
“Kalau langsung diketahui, harus segera dimuntahkan. Mumpung pasien belum gelisah segera dimuntahkan dengan memasukan jari ke mulut sampai ujung tenggorokan,” kata Firdaus dalam Media Briefing bersama Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Jumat (19/7/2024).
Diketahu, efek dari mabuk kecubung memakan waktu yang cukup lama. dr. Firdaus mengatakan, setidaknya korban butuh 7 hari untuk pulih kembali.
dr. Firdaus mengatakan efek mabuk kecubung ini bisa menyebabkan halusinasi berat hingga gangguan jiwa. Selain itu, mabuk kecubung juga bisa menyebabkan kelumpuhan pada otot pernapasan, sehingga terjadi gagal napas hingga kematian.
Oleh karena itu, perlu tindakan dan pertolongan pertama sebelum efek kecubung bereaksi di dalam tubuh. Minum air putih yang banyak juga dapat membantu mengeluarkan racun dari air seni.
“Bisa disuruh minum air yang juga biar bisa keluar dari air kencing. Kemudian segera dibawa ke rumah sakit,” kata dr. Firdaus.
Namun, jika korban mulai mengalami gejala mengkhawatirkan seperti sesak napas hingga demam, dr. Firdaus menyarakankan segera menemui dokter penyakit dalam hingga psikiater.
“Kalau ada denyut jantung yang cepat dan suhu badan meningkatkan, segera dibawa ke RS terdekat yang ada dokter jiwa dan penyakit dalam,” tuturnya.
Editor: Dini Listiyani