Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengintip Ragam Manfaat Sauna, dari Relaksasi hingga Jaga Kesehatan Jantung
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Terlalu Lama Sauna! Ini Efeknya bagi Pria

Senin, 03 Agustus 2026 - 22:42:00 WIB
Jangan Terlalu Lama Sauna! Ini Efeknya bagi Pria
Penggunaan sauna secara berlebihan justru dapat memberikan dampak negatif, terutama bagi kesehatan reproduksi pria. (Foto: Ilustrasi /AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sauna kerap menjadi pilihan untuk relaksasi setelah berolahraga. Selain memberikan sensasi rileks, aktivitas di ruangan bersuhu panas ini juga disebut memiliki manfaat untuk pemulihan tubuh. Namun, penggunaan sauna secara berlebihan justru dapat memberikan dampak negatif, terutama bagi kesehatan reproduksi pria.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan sauna tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus disesuaikan dengan jenis aktivitas fisik yang dilakukan. Menurut dia, sauna lebih banyak memberikan manfaat bagi orang yang baru selesai melakukan latihan beban.

"Ini jawabannya ku kasih tahu. Jawabannya defense. Sauna itu biasa dilakukan oleh orang-orang yang habis angkat beban," kata dr Tirta dalam unggahan video di channel YouTube miliknya, Minggu (2/8/2026).

Dia menjelaskan, sejumlah penelitian menunjukkan sauna setelah latihan beban dapat membantu proses perkembangan otot. Paparan suhu panas dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah kapiler sehingga aliran darah menuju otot meningkat.

"Jurnal pertama adalah jurnal yang mendukung bahwa sauna yang dilakukan habis angkat beban, itu ternyata efektif buat pertumbuhan otot. Karena terjadi pembesaran pembuluh darah kapiler sehingga meningkatkan aliran darah ke otot yang membuat otot tersebut berkembangnya menjadi cepat," katanya.

Namun, sauna bukan pilihan utama bagi semua jenis olahraga. Untuk aktivitas kardio dengan intensitas tinggi seperti lari jarak jauh, CrossFit, atau Hyrox, dr. Tirta menyebut metode pemulihan yang lebih sesuai adalah ice bath.

“Jurnal kedua, bahwa ice bath selama dua sampai tiga menit itu bagus untuk meredakan ketegangan atau peradangan akut bagi orang yang melakukan aktivitas high high intensity cardio. Itu justru kalau dia mencelupkan dirinya ke dalam ice bath dua menit sampai tiga menit, itu bisa mengurangi peradangan akutnya," ujarnya.

Selain itu, kombinasi terapi panas dan dingin atau hot and cold therapy juga dapat digunakan untuk membantu pemulihan otot. Metode tersebut dilakukan dengan mengombinasikan paparan suhu panas dari sauna dan suhu dingin dari ice bath.

Meski memiliki manfaat, dr Tirta mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu lama berada di ruang sauna. Paparan panas yang berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan, terutama pada sistem reproduksi pria.

"Tapi, sauna yang terlalu sering dan terlalu lama, misalkan dia lebih dari 40 menit atau lebih dari 15 menit dan dilakukan terus-terusan, itu justru mengganggu kinerja sperma pada testis," katanya.

Menurut dia, organ reproduksi pria sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Paparan panas yang berlebihan dapat memengaruhi proses produksi sperma pada testis.

“Maka buat teman-teman yang sauna, boleh, tapi gak sampai sejam dua jam juga. Mau ngapain juga sauna sejam. Terus, orang sauna itu biasanya habis yoga, habis angkat beban. Habis lari itu jarang orang sauna, habis lari, ice bath," ujar dr. Tirta.

Dengan demikian, sauna tetap dapat dilakukan selama sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Durasi serta waktu penggunaannya perlu diperhatikan agar manfaat relaksasi dan pemulihan tubuh bisa didapat tanpa meningkatkan risiko kesehatan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut