Karbohidrat atau Protein, Mana Lebih Baik untuk Sarapan?
JAKARTA, iNews.id – Banyak orang menganggap sarapan tinggi protein lebih sehat dibandingkan makanan kaya karbohidrat. Di sisi lain, tak sedikit pula yang memilih sarapan tinggi karbohidrat demi mendapatkan energi untuk memulai aktivitas.
Menurut ahli gizi, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Sebab, protein dan karbohidrat memiliki fungsi berbeda sehingga bukan untuk dibandingkan, melainkan saling melengkapi dalam menu sarapan seimbang.
Protein dicerna lebih lambat sehingga tidak langsung meningkatkan kadar gula darah. Nutrisi ini membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama, mendukung pembentukan serta perbaikan jaringan otot, sekaligus membutuhkan lebih banyak energi saat dicerna sehingga turut membantu meningkatkan metabolisme tubuh.
Di sisi lain, karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Setelah dikonsumsi, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa yang digunakan sebagai bahan bakar untuk menjalankan berbagai aktivitas sepanjang hari.
Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum utuh, buah-buahan, dan kacang-kacangan menjadi pilihan lebih baik karena kaya serat. Kandungan serat tersebut membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Kebutuhan protein dan karbohidrat setiap orang berbeda-beda, bergantung pada kondisi kesehatan serta tujuan masing-masing. Orang yang ingin mengontrol kadar gula darah mungkin memerlukan asupan protein lebih banyak, sedangkan atlet atau mereka yang rutin berolahraga membutuhkan karbohidrat yang cukup sebagai sumber energi.
Secara umum, kebutuhan protein harian orang dewasa sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 20 hingga 40 gram protein saat sarapan dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Sementara itu, sekitar 45 hingga 65 persen dari total kebutuhan kalori harian dianjurkan berasal dari karbohidrat. Namun, kualitas karbohidrat tetap menjadi faktor penting sehingga disarankan memilih karbohidrat kompleks dibandingkan karbohidrat olahan.
Sebab itu, ahli gizi menyarankan memadukan protein dan karbohidrat dalam menu sarapan. Contohnya telur dengan roti gandum, oatmeal yang dipadukan dengan susu atau yogurt tinggi protein, maupun kacang-kacangan yang dikombinasikan dengan buah segar.
Perpaduan tersebut mampu memberikan energi yang lebih stabil, membantu menjaga rasa kenyang hingga waktu makan berikutnya, sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jadi, bukan protein atau karbohidrat yang lebih unggul untuk sarapan, melainkan keseimbangan keduanya dalam menu bergizi.
Editor: Dani M Dahwilani