Kasus Virus Korona di Indonesia Meningkat, Siapa yang Paling Rentan Kena?
JAKARTA, iNews.id - Kasus positif coronavirus disease (Covid-19) atau virus korona baru di Indonesia terus meningkat selama satu pekan terakhir. Hingga Sabtu (14/3/2020), dilaporkan ada 96 kasus positif virus korona baru, dengan lima orang di antaranya meninggal dunia dan delapan pasien sembuh.
Bahkan, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi juga kena virus yang pertama ditemukan di Wuhan, China, tersebut. Dia menjadi kasus ke-76.
Virus korona baru dapat menyebabkan spektrum gejala, mulai dari yang ringan seperti kasus yang mirip pilek, hingga kasus berat yang mengarah pada komplikasi yang mengancam jiwa seperti pneumonia.
Seorang pakar penyakit menular dari Johns Hopkins Center Dr Amesh A. Adalja, MD juga mengatakan bahwa virus korona tidak memandang usia, namun ada beberapa kelompok yang lebih rentan terhadap penyakit menular ini. Siapa saja mereka?
Lansia
Kasus kematian yang terkait dengan virus korona baru tersebut paling banyak terjadi pada orang lanjut usia (lansia). “Di atas usia 50 tahun adalah ketika Anda mulai melihat komplikasi yang lebih parah," kata Dr Adalja seperti dikutip dari Prevention, Minggu (15/3/2020).
Dia menjelaskan, pasien yang lebih tua memiliki waktu pemulihan yang lebih sulit, mirip dengan flu. Sebab, komplikasi seperti bronkitis dan pneumonia dapat terjadi pada kelompok umur ini.
Orang dengan penyakit penyerta
Orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya atau memiliki caratan medis tertentu dapat berisiko lebih tinggi untuk terdampak gejala virus korona baru yang lebih parah. Hal ini karena ketika tubuh Anda telah berurusan dengan kondisi kesehatan yang lain, tubuh memiliki lebih sedikit energi untuk melawan infeksi akut.
Beberapa kondisi kesehatan lainnya menurut CDC adalah:
Pencegahan
Berdasarkan CDC, virus korona baru umumnya menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui tetesan pernapasan yang melalui udara dengan batuk atau bersin, atau dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dengan virus dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata Anda. Sehingga pencegahan seperti berikut ini penting dilakukan:
Editor: Tuty Ocktaviany