Kecakapan Bahasa Inggris Orang Indonesia di Peringkat 80, Berada di Bawah Vietnam
JAKARTA, iNews.id - Pada situasi dunia yang semakin mengglobal, penguasaan bahasa internasional menjadi tidak terelakkan. Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa penghubung di dunia saat ini digunakan lebih dari 2,5 miliar penutur.
Berdasarkan laporan English Proficiency Index (EPI) atau Indeks Kecakapan Bahasa Inggris pada 2021, EF Education First mencatat kecakapan bahasa Inggris dari 112 negara di dunia. Posisi Indonesia berada di peringkat 80, turun enam peringkat dibandingkan 2020.
Dari segi skor EPI, Indonesia memperoleh 466 poin, sedikit meningkat dari skor tahun lalu, di angka 453. Meskipun terjadi peningkatan skor, tahun ini Indonesia masih tetap berada pada kategori “rendah” untuk kecakapan Bahasa Inggris. Secara global, capaian skor EPI Indonesia masih berada di bawah rata-rata skor EPI global di angka 503.
Dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga, capaian EPI Indonesia pada tahun ini berada jauh di bawah Singapura, Filipina, dan Malaysia, yang menempati posisi tiga besar EPI di kawasan Asia. Singapura sebagai negara dengan capaian EPI tertinggi di Asia menempati peringkat empat EPI secara global dan masuk dalam kategori “kecakapan sangat tinggi”.
Terharu, Ini Rekaman Detik-Detik Terakhir Putra Kedua Arifin Ilham Ameer Azzikra Sebelum Meninggal
Adapun, Filipina dan Malaysia secara berturut-turut berada di peringkat 18 dan 28 secara global, serta dikategorikan sebagai negara dengan “kecakapan tinggi” dari segi kemampuan Bahasa Inggris.
Masih di kawasan Asia Tenggara, Vietnam juga berada pada peringkat lebih unggul dibandingkan Indonesia, yakni berada pada peringkat 66 secara global dengan selisih skor EPI sebesar 20 poin dibandingkan Indonesia.
Pada akhirnya, Indonesia masih harus puas tertinggal pada peringkat 5 dari 8 negara di Asia Tenggara dan peringkat 14 dari 24 negara di kawasan Asia yang dihitung EPI-nya tahun ini.
“EF EPI 2021 ini akan memberikan masukan yang berguna bagi para pembuat kebijakan dalam meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris di negara masing-masing. Laporan ini bahkan memberikan gambaran adanya peningkatan kecakapan berbahasa Inggris pada hampir semua kalangan usia dewasa produktif di dunia,” ujar Profesor Dr McCormick, Wakil Presiden Bidang Akademik EF Education First dalam webinar, Senin (29/11/2021).
Dalam laporan ini, selain memaparkan pentingnya Bahasa Inggris dalam membantu meningkatkan taraf hidup individu dunia, secara luas Bahasa Inggris juga memungkinkan adanya peningkatan daya saing ekonomi.
“Salah satu rekomendasi kami adalah pentingnya sebuah negara memprioritaskan penggunaan Bahasa Inggris seperti yang telah dilakukan banyak negara pada kategori kecakapan Bahasa Inggris yang tinggi dan sangat tinggi pada hasil laporan ini,” kata Manajer Bidang Akademik EF Adults Indonesia, Yunita Yanti.
Editor: Dani M Dahwilani