Kenali 9 Tanda Kekerasan dalam Hubungan, Cemburu dan Mengancam Salah Satunya
JAKARTA, iNews.id – Kekerasan dalam hubungan dengan pasangan merupakan salah satu masalah sosial utama yang terjadi dalam berbagai bentuk. Biasanya kekerasan tak hanya soal perlakukan fisik tapi juga seksual, emosional, finansial, hingga pengendalian perilaku oleh pasangan.
Faktanya kekerasan ini dapat terjadi pada perempuan maupun laki-laki, dengan prevalensi terbesar terjadi pada generasi muda berusia 16 hingga 24 tahun. Berdasarkan data Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan 2023 kekerasan dalam hubungan dengan pasangan mendominasi pengaduan di kategori ranah personal. Tercatat 713 kasus kekerasan yang dilakukan oleh mantan pacar, 622 kasus kekerasan terhadap istri, dan 422 kasus kekerasan dalam pacaran.
“Salah satu faktor fenomena ini terus terjadi karena adanya mispersepsi dalam masyarakat tentang hubungan dengan pasangan. Seringkali kekerasan ini dinormalisasi sebagai bentuk ekspresi cinta,” kata Erlangga Satrio Brand General Manager YSL Beauty Indonesia yang baru saja meluncurkan kampanye Abuse is Not Love, Selasa (4/7/2023)
Bagi YSL Beauty, perempuan harus memiliki kebebasan untuk menjadi siapa pun yang mereka inginkan dan memiliki kebebasan berpikir secara independen, bahagia, aman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Program Abuse Is Not Love dijalankan secara global sejak tahun 2020 dengan komitmen memberikan edukasi tentang kekerasan dalam hubungan dengan pasangan kepada 2 juta orang di dunia hingga 2030 mendatang.
Kisah Artis Cilik Juragan Kambing, Kini Sukses Omzetnya Sampai Miliaran
Program Abuse Is Not Love akan memberikan pelatihan dengan memperkenalkan 9 tanda kekerasan dalam hubungan dengan pasangan untuk membantu publik memahami hubungan yang sehat. Adapun 9 tanda kekerasan itu adalah:
Deretan Artis Punya Rumah Pakai Lift, Nomor 3 Dulunya Tukang Gorengan Kini Tinggal di Hunian Belasan Miliar
1. Mengabaikan keberadaan pasangannya saat sedang marah
2. Mengancam jika pasangan menolak melakukan sesuatu
3. Meremehkan sehingga menjatuhkan harga diri kita
4. Memanipulasi sehingga membuat kita melakukan atau mengatakan sesuatu
5. Mencemburui atas segala hal yang kita lakukan
6. Mengontrol kemana kita harus pergi atau bagaimana penampilan kita
7. Mengintrusi seperti melacak keberadaan kita tanpa persetujuan
8. Mengisolasi atau memisahkan kita dari teman dan keluarga
9. Mengintimidasi seperti menanamkan rasa takut
“Program Abuse is Not Love memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan misi Yayasan Pulih. Upaya peningkatan kesadaran publik menjadi sangat penting, untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman perilaku kekerasan sebagai hal normal dalam hubungan. Kami berharap lebih banyak lagi masyarakat menyadari pentingnya isu ini dan berani untuk angkat bicara,” kata Yosephine Dian Indraswari Executive Director Yayasan Pulih. 
Ditambahkan Isyana Sarasvati, kekerasan dalam hubungan dengan pasangan merupakan isu yang penting dan secara umum masih jarang dibahas. Pasalnya kebanyakan orang menganggap tanda-tanda ini sebagai hal yang “biasa” terjadi dalam hubungan, sehingga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.
“Jika mengenali 9 tanda kekerasan dalam hubungan dengan pasangan, kita dapat lebih waspada. Kita bisa mencegah terjadinya kekerasan di kemudian hari sedini mungkin sebelum lebih parah,” kata Isyana.
Editor: Elvira Anna