Kenapa Pasien Setelah Operasi Selalu Ditanya Sudah Kentut atau Belum? Ini Penjelasan Dokter
JAKARTA, iNews.id - Pasien yang baru menjalani operasi, terutama dengan bius total, biasanya mendapat satu pertanyaan khusus dari dokter saat pemeriksaan di ruang rawat inap. Pertanyaan tersebut adalah, "Sudah kentut atau belum?"
Meski terdengar sederhana dan menggelitik, pertanyaan tersebut ternyata memiliki alasan medis yang penting. Kentut menjadi salah satu indikator untuk mengetahui apakah fungsi sistem pencernaan pasien sudah mulai kembali normal setelah menjalani operasi dan pembiusan.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan pertanyaan tersebut merupakan bagian dari pemantauan kondisi pasien setelah operasi. Sebab, obat anestesi dapat memengaruhi aktivitas otonom tubuh, termasuk pergerakan usus.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 31 Oktober 2026, dr Tirta menjelaskan bahwa efek pembiusan membuat aktivitas usus mengalami penurunan. Kondisi ini membuat sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk kembali bekerja setelah pasien sadar.
“Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan dokter spesialis atau dokter calon spesialis atau dokter umum yang jaga bangsal kepada semua pasien habis operasi di visit. Pertanyaan pertama adalah 'sudah kentut apa belum?' Apalagi kalau bius total,” ujar dr Tirta, dikutip Kamis (5/11/2026).
Dia menjelaskan, setelah pasien disadarkan oleh dokter anestesi, usus tidak langsung kembali beraktivitas seperti semula. Organ pencernaan tersebut membutuhkan waktu beberapa jam untuk memulihkan gerakan peristaltik atau kontraksi otot yang mendorong makanan dan gas di sepanjang saluran pencernaan.
“Nah, ciri khas efek anestesi sudah hilang total adalah ketika usus tersebut sudah mulai melakukan aktivitasnya lagi, gerakan peristaltik, sehingga muncul kentut,” kata dia.
Sebaliknya, pasien yang belum bisa mengeluarkan gas setelah operasi membutuhkan pemantauan lebih lanjut. Tim medis akan mengevaluasi kondisi pencernaan dan kemungkinan masih adanya efek obat anestesi.
“Kalau dia tidak kentut-kentut, berarti obat anestesinya masih banyak dan dokter anestesi akan visit lagi. Biasanya yang visit itu dokter anestesi, bisa di hari pertama, hari kedua sampai kentut,” ujar dr Tirta.
Sebab itu, dokter dan tenaga medis rutin menanyakan apakah pasien sudah bisa kentut setelah menjalani operasi. Informasi tersebut juga dicatat untuk memantau perkembangan kondisi pasien dari waktu ke waktu.
“Itu alasan kenapa kok orang yang habis operasi total, apalagi operasi besar, selalu ditanya 'udah kentut belum, Pak?', 'udah kentut belum, Bu?'. Kalau belum nanti ditulis jamnya, dan itu urusan koas biasa yang visit bangsal,” katanya.
Pertanyaan sederhana mengenai kentut bukan sekadar basa-basi dokter kepada pasien. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk memantau kembalinya fungsi usus setelah operasi.
Editor: Dani M Dahwilani