Kenapa Setiap Gugup Perut Selalu Mules? Begini Kata Dokter
JAKARTA, iNews.id - Kenapa setiap gugup perut selalu mules? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di benak banyak orang, terutama saat menghadapi wawancara kerja, presentasi, ujian, atau situasi yang membuat jantung berdebar.
Ternyata, kondisi tersebut bukan sekadar sugesti. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan ada mekanisme medis yang membuat stres atau rasa cemas dapat memengaruhi sistem pencernaan.
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dr Cecep mengatakan fenomena tersebut dikenal sebagai gut-brain axis, yaitu hubungan antara otak dan usus. Saat seseorang mengalami stres atau tekanan, otak akan mengirimkan sinyal yang memicu respons pada saluran pencernaan.
"Kalau kamu lagi deg-degan atau banyak pikiran, eh perut tiba-tiba mulas pengen ke WC. Kenapa sih deg-degan bikin mulas? Secara medis ini namanya gut-brain axis. Pas otak lagi stres, dia otomatis ngirim sinyal panik ke usus. Otot usus jadi menegang, makanya perut melilit," kata dr. Cecep, dikutip Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, sinyal dari otak membuat otot-otot usus ikut menegang. Kondisi tersebut memicu rasa mulas, perut melilit, hingga keinginan untuk buang air besar saat seseorang sedang gugup.
Meski terasa mengganggu, kondisi ini dapat diatasi dengan teknik relaksasi sederhana. Dia menyarankan meletakkan dua jari tepat di bawah pusar, lalu menekan area tersebut secara perlahan sambil mengatur napas.
"Taruh dua jari pas di bawah pusar, tekan pelan aja, tarik napas lewat hidung 4 detik sampai perut mengembang, terus buang napas lewat mulut 6 detik. Ulangi 5 kali atau sampai rileks," ujar dr Cecep.
Dia menjelaskan teknik tersebut bertujuan mengaktifkan saraf vagus, yakni saraf yang membantu mengirimkan sinyal tenang ke otak. Ketika otak lebih rileks, usus juga akan ikut tenang sehingga rasa mulas berangsur mereda.
"Nah, teknik tadi tujuannya buat ngaktifin saraf vagus. Saraf yang ngirim sinyal tenang ke otak. Otak tenang, usus ikut rileks, dan mulasnya mereda," katanya.
Selain melakukan teknik pernapasan, dr Cecep mengingatkan agar mengurangi konsumsi minuman berkafein ketika sedang mengalami stres atau kecemasan. Menurut dia, kopi dan teh bersifat stimulan yang dapat membuat detak jantung semakin cepat sekaligus meningkatkan sensitivitas usus.
"Kopi atau teh itu sifatnya stimulan. Ini bisa bikin detak jantung makin cepat dan usus makin sensitif pas kamu lagi banyak pikiran," ucapnya.
Dia juga menyarankan untuk makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering ketika perut terasa tidak nyaman. Cara tersebut dinilai lebih mudah dicerna dibanding mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus.
Tak kalah penting, berjalan kaki santai selama lima hingga sepuluh menit juga dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan pada area perut.
"Usus lagi tegang jangan dipaksa kerja keras. Makan porsi dikit tapi sering jauh lebih gampang dicerna tubuh dibanding langsung makan porsi besar. Gerak ringan atau jalan kaki santai 5-10 menit bantu ngelancarin aliran darah dan ngurangin ketegangan di area perut," ujarnya..
Editor: Dani M Dahwilani