Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 8 Provinsi di Indonesia Diserang Super Flu Subclade K, Total 62 Kasus!
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Subclade K Disebut Super Flu? Ini Penjelasan Ahli

Jumat, 02 Januari 2026 - 09:47:00 WIB
Kenapa Subclade K Disebut Super Flu? Ini Penjelasan Ahli
Ada alasan di balik penamaan Super Flu pada Subclade K. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ahli Epidemiologi Griffith University Australia dr Dicky Budiman menjelaskan perihal penamaan Super Flu pada Subclade K yang kini menghebohkan masyarakat Indonesia. 

Subclade K merupakan turunan dari Influenza A (H3N2). Varian ini dinilai lebih berbahaya dibandingkan dengan tipe influenza lainnya. Itu menjadi salah satu alasan kenapa penamaannya 'Super Flu'. 

"Karakter virus influenza itu cepat bermutasi, dan pada influenza A ada H1N1 dan H3N2. Pada H3N2, ini cenderung lebih para menginfeksi manusia dibandingkan H1N1," kata dr Dicky Budiman saat dihubungi iNews.id, Jumat (2/1/2026). 

Nah, spesifik pada Subclade K, varian ini disebut sebagai Super Flu karena lebih cepat menyebabkan wabah di masyarakat. 

"Jadi, bisa 1 bulan lebih cepat siklusnya dibandingkan varian lain," ujar dr Dicky. Apa maksudnya? 

Begini, secara umum influenza tipe ini muncul di musim dingin. Di North Hemisphere, pada akhir Oktober itu sudah memasuki musim dingin. Sebaliknya kalau di Selatan, November musim panas. 

"Nah, sekarang satu-dua bulan sebelum musim dingin datang, virus ini sudah mewabah. Itu yang akhirnya kenapa dia disebut Super Flu," paparnya.

Dengan kata lain, virus ini sudah mulai menginfeksi sebelum memasuki musim dingin. Ini menjadi fenomena baru yang sekarang disorot seluruh dunia. 

Kemudian, alasan lain Subclade K disebut Super Flu ialah gejalanya yang lebih terlihat nyata di orang yang terpapar. Bahkan, gejalanya dapat mengganggu aktivitas harian. 

"Ya, mudahnya lebih parah sedikit dibandingkan infeksi flu umumnya," kata dr Dicky. 

Gejala yang lebih parah ini terutama pada kelompok lansia atau anak di bawah lima tahun. Mereka berisiko mengalami flu berat, batuk yang lebih lama, lebih banyak dahaknya, nyeri saat menelan, bisa terjadi jika kelompok rentan tersebut terinfeksi Subclade K. 

Secara global, sudah tiga juta lebih orang terinfeksi Subclade K, dengan pasien kondisi parah lebih dari ratusan ribu pasien. Terkait dengan angka kematian, varian ini tidak lebih parah daripada Covid-19 di awal pandemi. 

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengidentifikasi adanya total 62 kasus Subclade K sejak Agustus 2025. Jawa Timur menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yaitu 23 kasus. Disusul Kalimantan Selatan dengan 18 kasus.

Kemenkes mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

"Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian," ungkap Direktur Penyakit Menular Kemenkes dr Prima Yosephine.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut