Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 6 Sarapan Diklaim Sehat, Ternyata Bisa Bikin Gula Darah Cepat Naik
Advertisement . Scroll to see content

Kolesterol Tinggi? Jangan Asal Sarapan, Perhatikan Waktu dan Pilihan Menu

Senin, 05 Oktober 2026 - 10:11:00 WIB
Kolesterol Tinggi? Jangan Asal Sarapan, Perhatikan Waktu dan Pilihan Menu
Bagi orang dengan kolesterol tinggi, memperhatikan kebiasaan sarapan dapat menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan jantung. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sarapan bukan hanya soal makanan yang dikonsumsi, tetapi juga waktu dan jenis menu yang dipilih. Bagi orang dengan kolesterol tinggi, memperhatikan kebiasaan sarapan dapat menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan jantung.

Orang dengan kolesterol tinggi disarankan sarapan sekitar dua jam setelah bangun tidur. Kebiasaan sarapan secara rutin juga dikaitkan dengan kadar LDL atau kolesterol "jahat" yang lebih rendah.

Sebaliknya, melewatkan sarapan disebut berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko kolesterol tinggi. Kebiasaan tersebut juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, penyakit jantung dan pembuluh darah, hingga diabetes tipe 2.

Karena itu, bukan hanya waktu sarapan yang perlu diperhatikan. Pilihan makanan yang dikonsumsi pada pagi hari juga penting, terutama bagi orang yang ingin menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.

Berikut beberapa pilihan dan kebiasaan yang dapat diperhatikan saat sarapan:

1. Perbanyak buah dan sayur

Buah dan sayuran mengandung vitamin, mineral, serat, serta berbagai senyawa tumbuhan yang bermanfaat bagi tubuh. Menambahkan buah dan sayur ke dalam menu sarapan dapat menjadi cara sederhana untuk membuat makanan pagi lebih bernutrisi.

2. Pilih makanan tinggi serat

Oatmeal, sereal berbahan gandum utuh, dan buah segar bisa menjadi pilihan menu sarapan. Makanan tinggi serat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan dapat mengurangi jumlah kolesterol yang diserap oleh usus.

3. Batasi bacon dan sosis

Daging olahan seperti bacon dan sosis sebaiknya tidak terlalu sering menjadi menu sarapan. Makanan tersebut umumnya mengandung lemak jenuh dan natrium yang cukup tinggi, yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL.

4. Jangan berlebihan mengonsumsi makanan tinggi garam

Garam tidak secara langsung meningkatkan kadar kolesterol. Namun, konsumsi natrium secara berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular lainnya.

5. Tambahkan sumber omega-3

Ikan seperti salmon dan trout dapat menjadi pilihan sumber lemak sehat omega-3. Beberapa produk yogurt juga dapat mengandung omega-3. Asupan lemak sehat ini dapat membantu menjaga kadar trigliserida dan mendukung kesehatan jantung.

Dengan demikian, menjaga kolesterol tidak hanya berkaitan dengan menghindari makanan tertentu. Membiasakan sarapan secara rutin, memperhatikan waktu makan, serta memilih makanan tinggi serat dan lebih rendah lemak jenuh dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Meski demikian, pola makan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Bagi orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, perubahan pola makan sebaiknya tetap dilakukan sebagai bagian dari penanganan secara menyeluruh sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut