Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Ancaman Diam-Diam Gula bagi Kesehatan Tubuh
Advertisement . Scroll to see content

Konsumsi Gula Berlebihan Tingkatkan Risiko Alzheimer

Kamis, 01 Februari 2018 - 16:41:00 WIB
Konsumsi Gula Berlebihan Tingkatkan Risiko Alzheimer
Kadar gula yang tinggi bisa meningkatkan risiko Alzheimer (Foto: Ilustrasi/Huffington Post)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Konsumsi gula yang berlebihan sering kita ketahui sebagai penyebab dari penyakit tak menular berbahaya seperti obesitas dan diabetes. Kedua penyakit ini rentan sekali menjalar ke penyakit kompleks lain seperti kanker dan jantung.

Namun, terdapat penelitian yang mengungkapkan korelasi gula berlebihan dengan penyakit yang menyerang otak, yakni Alzheimer.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia menghubungkan kadar gula darah dan insulin dengan diabetes serta penurunan kognitif.

Dilansir dari Well and Good Kamis (1/2/2018), penelitian tersebut melibatkan 5.189 orang peserta selama periode 10 tahun dan menemukan hubungan antara gula darah tinggi dan tingkat penurunan fungsi otak. Bahkan ini di luar seseorang itu menderita diabetes atau tidak.

Meski penelitian ini dibutuhkan tindak lanjut lagi untuk memastikan efek gula terhadap fungsi otak, salah satu pakar kesehatan otak sekaligus penulis Genius Foods, Max Lugavere menghubungkan antara kadar gula tinggi dengan penyakit Alzheimer.

Alzheimer sendiri merupakan gangguan  yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif.

"Empat puluh persen kasus Alzheimer mungkin disebabkan karena insulin mengalami peningkatan kronis yang sebagian besar berasal dari makanan kita. Apalagi, sekarang makanan kita didominasi oleh makanan olahan," kata Lugavere, dikutip dari Well and Good.

Ia menambahkan, bahwa kita mungkin saja sedang mengisi tubuh kita dengan gula, tanpa menyadarinya.

"Gula tersembunyi dan ada di mana-mana," imbuh Lugavere.

Sementara menurut Mayo Clinic, penyakit Alzheimer disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan yang mempengaruhi otak seiring berjalannya waktu. Meski penyebab Alzheimer belum sepenuhnya dipahami, pengaruhnya terhadap otak sudah jelas, yakni merusak dan membunuh sel otak.

Ada pun faktor risiko Alzheimer di antaranya usia, riwayat keluarga, down syndrome, gender, trauma, dan gaya hidup. Untuk poin terakhir, Mayo Clinic memaparkan jika kurang olahraga, kegemukan, merokok atau terpapar asap rokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, dan kurang buah serta sayur dapat meningkatkan risiko Alzheimer.

Editor: Nanang Wijayanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut