Kulit Kepala Sering Gatal saat Bangun? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id – Pernah terbangun di pagi hari dengan kulit kepala terasa gatal? Keluhan yang kerap dianggap sepele ini ternyata bisa dipicu oleh kebiasaan tidur dengan rambut yang masih basah setelah keramas.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, mengingatkan rambut yang belum dikeringkan sebelum tidur dapat menciptakan kondisi lembap di kulit kepala dan bantal. Lingkungan seperti ini menjadi tempat yang ideal bagi jamur dan bakteri berkembang biak.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Cecep menjelaskan jamur alami di kulit kepala, Malassezia, serta bakteri Staphylococcus, lebih mudah berkembang pada kondisi lembap. Akibatnya, seseorang berisiko mengalami ketombe yang semakin parah hingga folikulitis atau peradangan pada folikel rambut.
"POV: Kebiasaan langsung tidur pas rambut masih basah gini kelihatannya sepele, tapi ternyata bisa munculin masalah ini, jamur kulit kepala Folikulitis," tulis dr. Cecep, dikutip Rabu (8/7/2026).
Menurut dia, salah satu tanda yang dapat muncul akibat kondisi tersebut adalah kulit kepala yang terasa gatal ketika bangun tidur. Jika dibiarkan, gangguan itu dapat berkembang menjadi ketombe yang sulit diatasi hingga folikulitis yang ditandai benjolan kecil menyerupai jerawat di kulit kepala.
"Makanya bisa muncul ketombe parah sampai folikulitis (radang pori-pori rambut yang bentuknya kayak jerawat kecil). Selain itu, rambut pas basah itu lagi rapuh. Kalo sering kegesek bantal, ujungnya jadi gampang patah," katanya.
Selain meningkatkan risiko gangguan pada kulit kepala, tidur dengan rambut basah juga dapat merusak batang rambut. Rambut dalam kondisi basah memiliki struktur yang lebih rapuh sehingga mudah patah akibat gesekan dengan bantal selama tidur.
Untuk mencegah masalah tersebut, dr. Cecep menyarankan agar rambut dikeringkan terlebih dahulu sebelum beristirahat. Apabila sudah terlalu lelah, setidaknya pastikan kulit kepala dan akar rambut benar-benar kering.
"Kalo emang kecapean banget, minimal pastiin kulit kepala dan akar rambut kering. Ini penting buat mutus lingkungan lembab. Usahain sering ganti sarung bantal, biar sisa kuman gak numpuk dan balik lagi ke kepala kita," ujarnya.
Selain itu, kebersihan sarung bantal juga perlu diperhatikan. Sarung bantal yang jarang dicuci dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran, jamur, dan bakteri yang berpotensi kembali menempel pada kulit kepala.
Jika memungkinkan, jadwal keramas dapat dipindahkan ke pagi atau sore hari agar rambut memiliki cukup waktu untuk kering sebelum tidur. Penggunaan sarung bantal berbahan sutra atau satin juga dapat membantu mengurangi gesekan yang membuat rambut mudah patah.
Bagi pemilik rambut panjang, mengikat rambut secara longgar saat tidur juga disarankan. Cara ini dapat mengurangi tarikan pada akar rambut sekaligus menjaga rambut tetap rapi selama beristirahat.
"Pake sarung bantal yang licin buat ngurangin gesekan, jadi rambut gak gampang patah pas kita bolak-balik tidur. Kalo rambutnya panjang, ikat longgar aja. Jangan dijepit kenceng biar akarnya gak ketarik," ucapnya.
Editor: Dani M Dahwilani