Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Suka Ngunyah Es Batu? Menkes Ingatkan Risiko Anemia hingga Gigi Retak
Advertisement . Scroll to see content

Layanan Kesehatan Gigi Berkualitas Masih Jadi Tantangan di Indonesia, Ini Kata PDGI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:14:00 WIB
Layanan Kesehatan Gigi Berkualitas Masih Jadi Tantangan di Indonesia, Ini Kata PDGI
Ilustrasi kesehatan gigi. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Akses terhadap layanan kesehatan gigi berkualitas masih menjadi tantangan di Indonesia. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menilai pendidikan berkelanjutan dan pembaruan pengetahuan tenaga profesional menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Umum PDGI drg. Usman Sumantri, mengatakan profesi dokter gigi memiliki komitmen untuk terus memperbarui pengetahuan seiring perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran gigi. Hal ini diperlukan untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus keselamatan pasien.

"Akses terhadap layanan kesehatan gigi yang berkualitas masih menjadi salah satu tantangan nasional yang penting, dan pendidikan sendiri merupakan bagian dari solusinya," ujar Usman dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).

PDGI berupaya meningkatkan layanan kesehatan gigi di Indonesia. (Foto: Istimewa)
PDGI berupaya meningkatkan layanan kesehatan gigi di Indonesia. (Foto: Istimewa)

Menurut dia, kepercayaan pasien terutama dibangun melalui kualitas dan keselamatan pelayanan. Kedua aspek tersebut juga menjadi fondasi penting dalam pengembangan sektor wisata kesehatan di Indonesia.

"Profesi kami berkomitmen terhadap update pengetahuan yang berkelanjutan karena kepercayaan pasien yang terutama dibangun melalui kualitas serta keselamatan pelayanan. Keduanya adalah fondasi penting bagi pengembangan wisata kesehatan," katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan PDGI, Indonesia memiliki 58.154 dokter gigi, terdiri atas 51.970 dokter gigi umum dan 6.184 dokter gigi spesialis. Dengan jumlah tenaga profesional tersebut, akses terhadap pendidikan berkelanjutan dan teknologi klinis terbaru menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan profesi kedokteran gigi di Tanah Air.

Upaya memperluas akses terhadap pengetahuan dan inovasi kedokteran gigi juga menjadi salah satu agenda IDEC 2027. Ajang yang diselenggarakan PDGI bersama PT Nine Koeln Indonesia itu akan berlangsung pada 19–21 November 2027 di Jakarta International Convention Center (JICC).

IDEC 2027 mengusung tema 'Where Dental Trade Meets Dental Health Tourism – Connect. Innovate. Grow'. Kegiatan ini akan mempertemukan dokter gigi umum, dokter gigi spesialis, tenaga profesional di bidang kedokteran gigi, produsen, distributor, serta mahasiswa untuk membahas perkembangan teknologi, praktik klinis, dan peluang industri kedokteran gigi.

Ketua Steering Committee IDEC dari PDGI, Dr. drg. Himawan Halim, DMD, MS, Sp.Ort., mengatakan konferensi tersebut dirancang untuk membuka kesempatan lebih luas bagi dokter gigi di berbagai daerah dalam mengakses perkembangan ilmu kedokteran gigi.

"Melalui partisipasi konferensi yang terjangkau, pembicara internasional, dan kesempatan mengikuti CPD, kami ingin memperluas akses dokter gigi di seluruh Indonesia terhadap pengetahuan dan inovasi global," ujar Himawan.

CPD atau Continuing Professional Development merupakan pendidikan dan pengembangan profesi berkelanjutan yang mendukung peningkatan kompetensi tenaga profesional. Melalui program tersebut, dokter gigi diharapkan dapat terus mengikuti perkembangan ilmu, teknologi, serta praktik klinis.

Selain peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pengembangan layanan kesehatan domestik juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat sektor wisata kesehatan. Salah satu inisiatif yang dikembangkan pemerintah adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan The Sanur di Bali, yang diresmikan pada 25 Juni 2025.

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, mengatakan pengembangan destinasi wisata kesehatan membutuhkan dukungan fasilitas berkualitas, tenaga profesional kompeten, dan pembaruan pengetahuan secara berkelanjutan.

"Destinasi wisata kesehatan yang kuat dibangun melalui fasilitas berkualitas, tenaga profesional yang kompeten, serta update pengetahuan yang berkelanjutan," ujar Christine.

"Melalui The Sanur, kami mengembangkan ekosistem tersebut. IDEC menjadi platform yang berharga untuk menghadirkan inovasi kedokteran gigi ke Indonesia, sejalan dengan tujuan pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri," katanya.

Pengembangan wisata kesehatan diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di dalam negeri, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan ke luar negeri, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan di tingkat regional.

Dari sisi industri, IDEC juga berupaya mempertemukan pemasok produk kedokteran gigi internasional dengan tenaga profesional dan pelaku usaha di Indonesia. Melalui pameran tersebut, peserta dapat mengenalkan teknologi terbaru, menjajaki kemitraan bisnis, serta memahami kebutuhan pasar domestik.

Managing Director and Regional President Asia-Pacific Koelnmesse Pte Ltd, Mathias Kuepper, mengatakan pameran kedokteran gigi dapat berperan sebagai wadah pertukaran pengetahuan sekaligus sarana untuk memperkenalkan produk dan inovasi.

"Pameran kedokteran gigi Koelnmesse di berbagai negara, seperti IDEM di Singapura, menjadi bukti bahwa ajang pameran memiliki peran penting sebagai wadah pertukaran pengetahuan sekaligus sarana untuk memperkenalkan produk," ujar Mathias.

"Seiring dengan upaya Indonesia memperkuat posisinya dalam sektor wisata kesehatan, IDEC 2027 akan menjadi penghubung bagi para inovator internasional dengan tenaga profesional kedokteran gigi di Indonesia. Kami menantikan kehadiran peserta pameran dan pengunjung dari Indonesia maupun mancanegara," katanya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut