4 Manfaat Kunyit, Salah Satunya Menurunkan Risiko Kena Penyakit Jantung
JAKARTA, iNews.id - Kunyit merupakan salah satu tanaman rempah-rempah asli dari wilayah Asia Tenggara. Tidak hanya digunakan sebagai bumbu dapur, kunyit juga kerap dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan.
Kandungan senyawa kimia bernama kurkumi dalam kunyit disebut mampu membantu proses penyembuhan pada tubuh. Berikut ini berbagai manfaat kunyit bagi kesehatan, seperti iNews.id lansir dari Healthline, Rabu (25/11/2020).
1. Meningkatkan kapasitas antioksidan tubuh
Antioksidan dapat melindungi tubuh manusia dari ancaman radikal bebas. Sementara curcumin merupakan antioksidan kuat yang dapat menetralkan radikal bebas.
Senyawa ini dapat langsung memblokir bakteri yang masuk ke tubuh. Kemudian, juga dapat merangsang pertahanan antioksidan tubuh menusia.
2. Membantu mencegah dan mengobati kanker
Curcumin pada kunyit digadang-gadang sebagai ramuan yang bermanfaat dalam pengobatan kanker. Keberadaannya bahkan dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan penyebaran kanker di tingkat molekuler pada tubuh manusia.
Sebuah penelitian membuktikan bahwa curcumin dapat mengurangi angiogenesis (pertumbuhan pembuluh darah baru pada tumor) dan metastasis (penyebaran kanker). Meski belum terlalu pasti, tetapi manfaat tersebut hingga saat ini masih dipelajari secara intensif.
3. Menurunkan risiko penyakit jantung
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Sementara curcumin dapat membantu melawan penyebaran penyakit jantung. Curcumin bekerja dengan cara meningkatkan fungsi endotelium yang merupakan lapisan pembuluh darah pada manusia.
4. Sebagai senyawa antiperadangan alami
Kandungan curcumin lagi-lagi memberikan banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia. Curcumin dapat menjadi senyawa antiperadangan alami yang dapat membantu tubuh memperbaiki kerusakan.
Seperti diketahui, terjadinya peradangan penting agar patogen seperti bakteri tidak bisa mengambil alih tubuh manusia dengan mudah. Sementara itu, curcumin merupakan zat bioaktif yang melawan peradangan pada tingkat molekuler.
Editor: Tuty Ocktaviany