Fakta atau Hoaks Menelan Sperma Apakah Bisa Hamil? Berikut Penjelasannya!
JAKARTA, iNews.id - Kehamilan merupakan salah satu proses pembuahan yang terjadi di dalam lapisan rahim perempuan. Namun, sayang dalam masyarakat masih ada saja pertanyaan yang berkembang tentang menelan sperma apakah bisa hamil?
Pertanyaan tersebut semakin bikin heboh ketika beberapa waktu lalu selebriti Amerika Serikat, Kourtney Kardashian pernah mengungkapkan dirinya mendapat saran dari dokter kandungan untuk minum sperma sang suami, Travis Barker. Bahkan sang dokter menyarankan untuk meminumnya sebanyak empat kali seminggu agar Kourtney bisa cepat hamil.
Seperti yang sudah diketahui, dalam dunia medis disebutkan kehamilan hanya bisa terjadi jika air mani bersentuhan dengan sel telur. Kehamilan terjadi saat sel telur dibuai oleh sperma secara alami melalui penetrasi penis ke dalam vagina.
Peluang terjadinya kehamilan akan lebih besar saat hubungan seksual dilakukan pada masa subur. Saat sel telur matang yang dilepaskan oleh indung telur tidak dibuahi oleh sperma, maka sel telur akan mati dan meluruh bersama lapisan dinding rahim. Itulah yang menyebabkan seorang perempuan menstuasi atau haid.
11 Cara Memperbaiki Kualitas Sperma agar Cepat Hamil, Hindari Kebiasaan Sepele Ini
Dengan kata lain, menelan sperma apakah bisa hamil itu tidak benar. Sebab menelan sperma tidak akan meningkatkan peluang kehamilan dalam keadaan normal. Pasalnya, sistem pencernaan tidak terhubung sama sekali ke sistem reproduksi.
Oleh karena itu, air mani yang tertelan tidak dapat memasuki vagina, rahim, atau organ reproduksi lainnya, yang memungkinkan sperma membuahi sel telur. Saat seseorang menelan sperma, maka dia akan mengikuti jalur yang sama seperti makanan dan minuman, yaitu sistem pencernaan. Rute ini tidak menawarkan jalan ke organ reproduksi sehingga tidak akan mengakibatkan kehamilan.
Artinya, sperma yang tertelan tidak akan bersentuhan dengan vagina. Selain itu, pada saat perempuan buang air kecil atau buang air besar yang mengandung sisa-sisa air mani, maka hal ini juga tidak mungkin menyebabkan kehamilan.
Secara medis perempuan hanya bisa hamil dari kontak penis dan vagina, yakni ketika air mani memasuki vagina.
Editor: Elvira Anna