Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nostalgia! Justin Bieber Kunjungi Lokasi Syuting Video Klip Baby 15 Tahun Lalu
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Gejala Ramsay Hunt Syndrome yang Pernah Dialami Justin Bieber, Hati-Hati Jika Timbul Ruam Merah

Minggu, 19 Juni 2022 - 20:05:00 WIB
Mengenal Gejala Ramsay Hunt Syndrome yang Pernah Dialami Justin Bieber, Hati-Hati Jika Timbul Ruam Merah
Justin Bieber terkena Ramsay Hunt Syndrome. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Baru-baru ini penyanyi Justin Bieber sempat menghebohkan penggemarnya usai mengumumkan terkena Ramsay Hunt Syndrome. Melalui video dia memperlihatkan wajahnya yang lumpuh sebelah akibat sindrom tersebut. Lantaran sindrom tersebut, Justin Bieber harus istirahat total dan menunda jadwal tur konsernya.

Sontak, netizen di dunia termasuk di Indonesia penasaran dengan apa itu Ramsay Hunt Syndrome atau sindrom Ramsay Hunt? Apakah ada bedanya dengan Bell’s Palsy. Mengingat keduanya tampak serupa. 

Dikatakan dr Purnama S, SpS dokter spesialis saraf dari Brawijaya Hospital-Tangerang, Sindrom Ramsay Hunt (herpes zoster oticus), terjadi ketika wabah herpes zoster mempengaruhi saraf wajah di dekat salah satu telinga.

“Sindrom Ramsay Hunt dapat menyebabkan kelumpuhan wajah dan gangguan pendengaran di telinga yang terkena. Sindrom ini disebabkan oleh virus yang sama dengan yang menyebabkan cacar air. Setelah cacar air sembuh, virus masih hidup di saraf dan bisa hidup kembali setelah bertahun-tahun kemudian. Ketika hal tersebut terjadi, maka dapat mempengaruhi saraf wajah,” kata dr Purnama S, SpS di sela-sela peresmian transformasi Rumah Sakit Permata Ibu bersama Brawijaya Healthcare Group, baru-baru ini.

Ada beberapa gejala utama sindrom Ramsay Hunt. Di antaranya ruam merah yang menyakitkan dengan lepuh berisi cairan, dan kelemahan wajah atau kelumpuhan pada sisi yang sama dengan telinga yang terkena. Biasanya, orang yang terkena sindrom ini juga akan mengalami sakit telinga, gangguan pendengaran, telinga berdenging, kesulitan menutup salah satu mata, sensasi berputar, kehilangan atau perubahan persepsi rasa, hingga mulut dan mata kering.

Lantas apa bedanya dengan Bell’s Palsy? Dilansir dari MayoClinic Bell’s Palsy merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kelemahan tiba-tiba pada otot-otot di satu sisi wajah. Dalam kebanyakan kasus, kelemahannya ini bersifat sementara dan dapat membaik secara signifikan selama berminggu-minggu.

Berbeda dengan Ramsay Hunt Syndrome, Bell's Palsy yang juga dikenal sebagai kelumpuhan wajah perifer akut ini penyebabnya tidak diketahui. Bell’s Palsy ini dapat terjadi pada usia berapa pun.

Meski penyebab pastinya tidak diketahui, para ahli menduga hal tersebut disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan pada saraf yang mengontrol otot-otot di satu sisi wajah. Bell’s Palsy juga diduga disebabkan oleh reaksi yang terjadi setelah infeksi virus seperti herpes zoster, flu B, gondongan, hingga campak Jerman atau rubela.

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut