Mengenal Supogomi, Olahraga Unik asal Jepang Dipakai untuk Menjaga Lingkungan
JAKARTA, iNews.id – Tahukah kamu apa itu olahraga Supogomi? Olahraga yang konon berasal dari Jepang ini memiliki keunikan, karena bukan hanya bikin tubuh sehat tapi sekaligus bisa menjaga lingkungan kota tetap bersih loh.
Supogomi atau SpoGomi merupakan olahraga kreatif dan menginspirasi sambil memungut sampah yang berasal dari Jepang. Olahraga ini dimainkan oleh tim yang terdiri dari 3-5 orang. Tujuannya adalah mengumpulkan sampah terbanyak dalam jangka waktu tertentu.
Di negara asalnya olahraga ini sering dilakukan masyarakat di pedesaaan hingga kota besar. Selain bikin tubuh bergerak dengan gerakan jongkok seperti squat, Supogomi juga bisa membantu seseorang berinteraksi dengan orang lain dalam sebuah tim.
Tak cuma di Jepang, olahraga ini pun viral dilakukan di banyak negara, salah satunya di Indonesia. Bahkan belum lama ini Aeon Mall Indonesia ikut menggelar Supogomi sambil membersihkan kota dengan mengumpulkan sampah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman, Minggu (19/11/2023), di Aeon Mall BSD City.
Mengusung tema "Membersihkan Kota Sambil Berolahraga!", Supogomi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang hidup sehat sekaligus menjaga lingkungan.
"Supogomi olahraga baru asal Jepang yang menambahkan unsur aktivitas memungut sampah secara konvensional. Kegiatan ini dilakukan oleh berbagai perusahaan dan organisasi, dengan mengubah aktivitas konvensional yang umumnya menjadi bagian dari aktivitas pelayananan publik menjadi sebuah kompetisi," kata Senior GM New Business PT Aeon Mall Indonesia Kaori Hirata.
Hirata mengemukakan, Supogomi juga bertujuan agar kebiasaan memungut sampah yang ada di Jepang dapat dijalankan di Indonesia. Tak sendirian, Supugomi kali ini didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan Japan International Cooperation Agency. Nantinya sampah yang dikumpulkan akan dipisahkan berdasarkan jenisnya dan 100 persen didaur ulang untuk mengurangi beban terhadap lingkungan.
"Bersama dengan sekitar 100 peserta, kami tidak hanya memahami tentang Sustainable Development Goals (SDGs), tetapi juga berpartisipasi dan mengajak masyarakat untuk bertindak bersama-sama menuju lingkungan bersih, sehat, dan lestari guna generasi masa mendatang," katanya.
Editor: Elvira Anna