Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tragis! Wajah Artis Ini Rusak Permanen gegara Disuntik Minyak Goreng
Advertisement . Scroll to see content

Mengerikan! Ini Efek Samping Suntik Minyak Goreng ke Wajah seperti Dialami Lyn May

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:12:00 WIB
Mengerikan! Ini Efek Samping Suntik Minyak Goreng ke Wajah seperti Dialami Lyn May
Transformasi Lyn May, korban malpraktik suntik minyak goreng. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Keinginan untuk memiliki wajah lebih menarik bisa berujung pada masalah kesehatan serius jika dilakukan melalui prosedur kecantikan yang tidak aman. Pengalaman aktris dan penari asal Meksiko, Lyn May, menjadi salah satu contoh bagaimana suntikan bahan yang tidak diperuntukkan bagi tubuh dapat mengubah penampilan seseorang secara drastis.

Lyn May mengungkapkan bahwa dirinya pernah disuntik minyak goreng ketika masih muda. Dia mengira prosedur tersebut menggunakan kolagen untuk mempercantik wajahnya. Namun, beberapa waktu kemudian, dia mengalami perubahan pada wajah, termasuk munculnya benjolan keras yang membuatnya harus mencari pertolongan medis.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa tidak semua bahan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari aman ketika dimasukkan ke dalam jaringan tubuh. Minyak goreng, misalnya, bukan bahan pengisi wajah atau dermal filler yang dirancang untuk prosedur estetika.

Lantas, apa saja bahaya menyuntikkan minyak goreng ke wajah? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.

Bahaya Suntik Minyak Goreng ke Wajah

1. Memicu Peradangan dan Benjolan Keras

Salah satu risiko utama penyuntikan bahan berminyak yang tidak diperuntukkan bagi jaringan tubuh adalah reaksi terhadap benda asing. Sistem kekebalan tubuh dapat mengenali material tersebut sebagai sesuatu yang tidak semestinya berada di dalam jaringan, kemudian memicu peradangan.

Sebuah laporan kasus yang diterbitkan dalam International Journal of Women's Dermatology pada 2019 menjelaskan kondisi bernama lipogranuloma, yakni reaksi peradangan akibat masuknya zat lemak atau bahan menyerupai minyak ke dalam kulit.

Dalam laporan tersebut, seorang perempuan mengalami benjolan di bawah kulit yang terasa nyeri dan membengkak setelah menyuntikkan minyak vitamin A ke wajahnya. Pemeriksaan jaringan menunjukkan adanya reaksi peradangan akibat material yang disuntikkan. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyuntikan bahan berminyak ke wajah dapat menimbulkan masalah yang tidak hanya berupa perubahan penampilan, tetapi juga reaksi peradangan pada jaringan.

Meski demikian, lipogranuloma tidak dapat langsung dianggap sebagai diagnosis pada Lyn May tanpa hasil pemeriksaan medis yang mengonfirmasinya.

2. Kerusakan Bisa Muncul Berbulan-bulan hingga Bertahun-tahun Kemudian

Komplikasi akibat suntikan bahan yang tidak sesuai tidak selalu muncul segera setelah prosedur dilakukan. Reaksi terhadap material asing dapat berkembang dalam jangka waktu yang panjang.

Laporan kasus mengenai lipogranuloma pada wajah menunjukkan bahwa reaksi terhadap bahan berminyak yang disuntikkan dapat muncul dalam rentang beberapa minggu hingga bertahun-tahun. Karena itu, seseorang mungkin tidak langsung menyadari adanya komplikasi setelah menjalani prosedur kecantikan. 

Selain benjolan dan peradangan, suntikan bahan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan permukaan kulit menjadi tidak rata, terbentuknya jaringan parut, hingga kerusakan jaringan yang lebih serius.

Berdasarkan informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), komplikasi prosedur filler dapat mencakup infeksi, terbentuknya nodul atau benjolan, luka terbuka, hingga kematian jaringan. Pada kasus tertentu, dampaknya bisa menetap atau sulit diperbaiki. 

3. Bisa Menyebabkan Kerusakan Jaringan Permanen

Bahaya lain dari prosedur suntik wajah adalah kemungkinan terganggunya aliran darah ke jaringan. Pada prosedur filler, komplikasi ini dapat terjadi ketika bahan secara tidak sengaja masuk ke pembuluh darah dan menghambat aliran darah.

FDA menjelaskan bahwa penyumbatan pembuluh darah akibat filler dapat menyebabkan jaringan kekurangan suplai darah. Dampaknya bisa berupa nekrosis atau kematian jaringan, gangguan penglihatan, bahkan stroke pada kasus tertentu. 

Risiko tersebut perlu dibedakan dari komplikasi akibat penyuntikan minyak goreng. Keduanya tidak identik, tetapi sama-sama menunjukkan pentingnya memahami bahan yang digunakan dan risiko prosedur injeksi pada wajah.

Bahan yang tidak dirancang untuk disuntikkan ke jaringan tubuh dapat menimbulkan reaksi yang sulit ditangani. Jika material telanjur menyebar ke jaringan sekitarnya, penanganannya bisa menjadi lebih rumit.

Penelitian terhadap 64 pasien dengan granuloma akibat berbagai bahan suntikan di wajah, yang diterbitkan dalam Archives of Craniofacial Surgery pada 2021, menemukan bahwa sebagian besar pasien memerlukan penanganan konservatif yang dilanjutkan dengan tindakan bedah karena keluhan menetap. 

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan komplikasi akibat bahan suntikan asing dapat membutuhkan waktu panjang dan tidak selalu cukup ditangani dengan satu tindakan.

Mengapa Prosedur Kecantikan Harus Dilakukan oleh Dokter Kompeten?

Kasus Lyn May menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu berhati-hati sebelum menjalani prosedur kecantikan, terutama yang melibatkan suntikan ke dalam kulit.

FDA menekankan pentingnya memahami manfaat, risiko, dan bahan yang digunakan dalam prosedur filler. Sebagian komplikasi dapat membutuhkan penanganan medis segera, sedangkan bahan tertentu yang bersifat permanen atau tidak mudah dihilangkan bisa sulit dikeluarkan dari jaringan.

Sebelum menjalani prosedur estetika, masyarakat sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

- Memastikan tindakan dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi dan pelatihan sesuai prosedur.
- Menanyakan nama, komposisi, izin edar, serta tujuan penggunaan bahan yang akan disuntikkan.
- Memastikan produk memang diperuntukkan bagi tindakan injeksi tersebut, bukan bahan kosmetik atau bahan rumah tangga.
- Memahami risiko, efek samping, dan pilihan penanganan jika terjadi komplikasi.
- Tidak tergiur tawaran suntikan kecantikan dengan harga murah tanpa informasi produk dan tenaga medis yang jelas.

Jika setelah menjalani suntikan wajah muncul nyeri berat, pembengkakan yang memburuk, perubahan warna kulit, luka, atau gangguan penglihatan, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut dapat menandakan komplikasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Pengalaman Lyn May menunjukkan bahwa prosedur kecantikan bukan sekadar persoalan penampilan. Memastikan keamanan bahan dan kompetensi tenaga medis merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi yang dapat berdampak panjang terhadap kesehatan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut