Mengintip Karya Kerajinan Tangan Dito Sang Anak Berkebutuhan Khusus, Bisa Hasilkan Omzet Jutaan!
JAKARTA, iNews.id - Semua orang bisa menghasilkan karya. Tak terkecuali anak berkebutuhan khusus seperti Dito, yang rajin membuat karya-karya indah hasil dari kepiawaian tangannya.
Dito merupakan seorang anak penyandangan autisme atau berkebutuhan khusus (ABK) yang sangat berbakat. Beberapa karya yang telah dibuatnya ini antara lain seperti, mug, hiasan dari sulaman, pouch, cushion cover, dan masih ada karya lainnya.
Sang ibu, Lies Dina Liastuti mengatakan, bakat anaknya ini sudah mulai terlihat sejak duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia pun menceritakannya saat menjadi narasumber dalam acara Morning Update di iNews.
“Sejak SMA, suka menggambar. Karena di sana (London School Beyond Academy) mereka bebas melakukan kreasi-kreasi kemudian dia mendalaminya. Setiap hari dia bilang ‘Dito mau menyulam,’ ketika nonton tv pun dia menyulam sambil senyum-senyum sendiri,” kata sang ibu, Lies Dina Liastuti saat ditemui di studio 2 iNews, Jakarta, Senin (29/5/2023).
Kerajinan tangan Dito ini mulanya hanya dikenalkan melalui pameran-pameran, khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, karena banyak yang tertarik dan berminat, melalui bantuan sang adik, karya-karya Dito juga ditawarkan melalui media sosial Instagram.
Rata-rata untuk satu karyanya, dibanderol dengan harga mulai dari Rp200 - 300 ribu.
“Ini kenapa mahal karena ini suatu nilai kreativitas, bukan komersil. Jadi kalau gak mau dibeli juga menurut saya enggak apa-apa. Tapi kalau di beli, tolong hargai anak saya. Kemampuan menghargai dari seorang yang tidak bisa apa-apa bisa menjadi seperti itu,” ujar Lies.
Telah mengikuti beberapa pameran, Dito rupanya telah memiliki tabungan sendiri lantaran karya-karyanya laris dan disukai oleh para pengunjung.
Diketahui dalam satu kali pameran, dirinya dapat mengantungi omzet sejumlah Rp3,5 juta rupiah.
Tak hanya pandai membuat kerajinan tangan, Dito juga berhasil menamatkan pendidikannya. Dia diketahui telah meraih gelar Diploma di jurusan design grafis.
Editor: Siska Permata Sari