Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Ungkap Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Banjir Sumatra Mulai Pulih
Advertisement . Scroll to see content

Menkes Pesan Perempuan Jangan Mau dengan Cowok Perokok

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:25:00 WIB
Menkes Pesan Perempuan Jangan Mau dengan Cowok Perokok
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan di seluruh Indonesia agar tidak menjalin hubungan dengan laki-laki perokok. (Foto: Instagram Budi Gunadi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan di seluruh Indonesia agar tidak menjalin hubungan dengan laki-laki perokok. Pesan tersebut disampaikan melalui video di akun media sosial pribadinya, Senin (12/1/2026).

Dalam video tersebut, Budi menegaskan bahwa dampak rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga orang di sekitarnya yang terpapar asap rokok.

“Buat para perempuan termasuk anakku sendiri. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar. Dia yang merokok tapi tubuhmu yang harus nanggung,” ujar Budi, Rabu (14/1/2026).

Budi menjelaskan asap rokok dapat menempel di udara, pakaian, rambut, hingga kulit orang lain. Kondisi itu membuat perempuan berisiko menjadi perokok pasif tanpa disadari.

“Itu bisa masuk ke tubuhmu tanpa disadari dan bikin kamu jadi perokok pasif,” ucapnya.

Menurut Budi, perokok pasif memiliki risiko kesehatan serius, salah satunya kanker serviks. Risiko tersebut disebut meningkat hingga 40 persen dibandingkan perempuan yang tidak terpapar asap rokok.

“Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, bikin aktivitas harian jadi susah, bahkan mendekatkanmu dengan kematian,” kata Budi.

Dia menambahkan, karsinogen dalam asap tembakau dapat merusak DNA dan memicu kanker serviks. Paparan nikotin jangka panjang juga meningkatkan risiko kanker melalui peningkatan perkalian sel dan penekanan kematian sel normal.

Selain itu, asap rokok dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap Human Papillomavirus (HPV). Jumlah sel darah putih pada perokok aktif dan pasif lebih sedikit sehingga tubuh kurang optimal melawan infeksi HPV.

Mengacu data American Cancer Society, perempuan perokok memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker serviks dibandingkan perempuan yang tidak merokok. Produk sampingan tembakau juga ditemukan dalam lendir serviks yang dapat mempercepat perkembangan kanker.

Meski demikian, Budi menyebut deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks kini sudah tersedia di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.

“Kabar baiknya, kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa screening kanker lewat layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas,” ujarnya.

Layanan tersebut dilengkapi pemeriksaan payudara klinis, ultrasonografi (USG), serta tes HPV DNA untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini.

“Kamu bisa lakukan pemeriksaan payudara klinis, USG buat lihat jaringan payudara dan tes HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks,” tutur Budi.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut