Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cebok Tidak Bersih Picu Jamur Candida Overgrowth di Selangkangan, Ini Tandanya
Advertisement . Scroll to see content

Mitos Jamur Kancing Picu Asam Urat, Guru Besar UI Ungkap Fakta Ini 

Jumat, 07 Agustus 2026 - 22:59:00 WIB
Mitos Jamur Kancing Picu Asam Urat, Guru Besar UI Ungkap Fakta Ini 
Jamur kancing memang mengandung purin, tetapi kadarnya tergolong sedang sehingga umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar oleh orang sehat. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Anggapan bahwa konsumsi jamur kancing menjadi penyebab utama asam urat ternyata tidak sepenuhnya benar. Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Agustino Zulys, menegaskan jamur kancing memang mengandung purin, tetapi kadarnya tergolong sedang sehingga umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar oleh orang sehat.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya yang dikutip pada Jumat (7/8/2026), Prof. Zulys mengatakan mitos tersebut masih banyak dipercaya masyarakat, padahal penyebab meningkatnya kadar asam urat dipengaruhi oleh total asupan purin dari berbagai jenis makanan.

“Apakah jamur menyebabkan asam urat? Ini salah satu mitos yang paling sering beredar. Jamur memang mengandung purin, tetapi jumlahnya tergolong sedang, jauh lebih rendah dibandingkan banyak jenis jeroan. Bagi orang sehat, konsumsi jamur dalam jumlah wajar umumnya bukan penyebab utama asam urat,” ujar Prof. Zulys.

Meski demikian, dia mengingatkan penderita hiperurisemia atau gout tetap harus membatasi total konsumsi makanan tinggi purin.

“Yang perlu berhati-hati adalah orang dengan hiperurisemia atau gout, karena total asupan purin dari seluruh makanan tetap perlu diperhatikan,” katanya.

Selain meluruskan mitos seputar asam urat, Prof. Zulys menjelaskan jamur kancing merupakan bahan pangan yang kaya nutrisi. Meski sekitar 90 persen kandungannya berupa air, sisa 10 persen terdiri atas berbagai zat gizi penting, seperti protein nabati, serat pangan, vitamin B kompleks, serta ergothioneine yang dikenal sebagai antioksidan alami.

“Benar bahwa kandungannya sekitar 90 persen jamur kancing adalah air, tapi justru 10 persen sisanya sangat padat nutrisi. Jamur kancing mengandung protein nabati, serat pangan, vitamin B kompleks, dan ergothioneine, salah satu antioksidan alami paling kuat yang dikenal saat ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kemampuan jamur bertahan hidup di alam membuatnya menghasilkan berbagai senyawa pelindung yang juga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Salah satunya adalah ergothioneine yang berperan melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.

“Kenapa jamur bisa sehebat itu? Karena jamur menghasilkan berbagai senyawa pelindung untuk bertahan hidup di alam, salah satunya ergothioneine yang mampu membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan menguatkan imunitas tubuh,” katanya.

Prof. Zulys juga mengungkapkan sejumlah penelitian menunjukkan jamur kancing memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan efek antioksidan dan antiinflamasi. Bahkan, riset yang dipublikasikan pada 2025 di Molecular Nutrition & Food Research melaporkan konsumsi jamur kancing mampu membantu menjaga integritas dinding usus, menurunkan stres oksidatif, mengurangi peradangan, serta memperbaiki komposisi mikrobiota usus.

“Penelitian menunjukkan jamur kancing mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian terbaru tahun 2025 dari Molecular Nutrition & Food Research menemukan bahwa konsumsi jamur kancing mampu menjaga integritas dinding usus, menurunkan stres oksidatif, menekan peradangan, dan memperbaiki komposisi mikrobiota usus,” ujarnya.

Meski hasil penelitian tersebut menjanjikan, dia mengingatkan bahwa sebagian temuan masih berasal dari penelitian laboratorium sehingga belum dapat langsung diterapkan pada manusia.

“Pada uji in vitro terhadap tikus, jamur kancing membantu mempercepat pemulihan. Namun, belum dapat langsung disimpulkan memberikan efek klinis yang sama pada manusia,” katanya.

Prof. Zulys pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada mitos maupun menganggap jamur kancing sebagai makanan ajaib. Menurutnya, jamur kancing tetap menjadi pilihan pangan rendah kalori yang kaya nutrisi untuk mendukung pola makan sehat.

“Jamur kancing bukan makanan ajaib, juga bukan obat. Suplemen sumber nutrisi yang baik, rendah kalori, kaya antioksidan, dan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang menjadikannya salah satu pangan fungsional yang menarik untuk kesehatan. Jangan nilai makanan dari bentuknya. Jamur memang tidak punya otot, tetapi kandungan gizinya bisa membantu menjaga tubuh tetap kuat,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut