Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BGN Pastikan MBG Tetap Lanjut saat Libur Sekolah, Prioritas Ibu Hamil-Balita
Advertisement . Scroll to see content

Moms, Begini Cara Komunikasi dengan Janin dalam Kandungan

Senin, 27 November 2017 - 14:51:00 WIB
Moms, Begini Cara Komunikasi dengan Janin dalam Kandungan
Ibu hamil bisa menjaga komunikasi yang baik dengan janin dalam kandungan. (Foto: Shutterstock)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Terdapat banyak cara untuk menyampaikan komunikasi antara ibu dan janin dalam kandungan. Salah satunya dengan mengusap-usap bagian perut secara lembut dan melingkar.

Menurut psikolog dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengusap perut saat janin dalam kandungan akan membangun kasih sayang antara ibu dan anak. Di samping itu, sentuhan ibu juga berpengaruh pada perkembangan diri anak.

“Sentuhan ibu akan memiliki manfaat pada janin dalam kandungan. Pertama, membangun hubungan kasih sayang dan baik untuk perkembangan janin,” katanya, ditemui iNews.id di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Di samping itu, imbuhnya, sentuhan ibu kepada bayinya, juga akan melepaskan hormon oktitosin yang memiliki efek menenangkan, sehingga mampu membuat anak terikat dengan ibunya. Tidak hanya itu, sentuhan perut ibu pada janin akan membantu anak untuk mengembangkan memori, persepsi, cara berpikir, berbahasa, intelegensi, emosi, dan belajar cara berkomunikasi.

Hal senada dikatakan pemerhati budaya Indonesia Notty J. Mahdi. Notty menyebut, selain sentuhan terdapat beberapa cara berkomunikasi antara ibu dengan janin dalam kandungan. Di antaranya dengan mengajak bayi berbicara, mengajak bayi berinteraksi, memberikan stimulus belaian pada perut ibu, menyanyi, dan bersenandung untuk bayi.

“Karena pada dasarnya, indra peraba bayi mulai berkembang di usia kehamilan tujuh sampai delapan  minggu. Karena itu, sentuhan ibu adalah bahasa pertama bagi bayi,” jelasnya.

Dia mengatakan, dengan melakukan berbagai macam komunikasi tersebut, akan berpengaruh pada perkembangan bayi. Apalagi peran besar ibu dibutuhkan sejak janin dalam kandungan.

“Ibu berperan besar, mulai bayi dalam kandungan sampai lahir dan menjadi dewasa. Semua tradisi tersebut terkait erat dengan sentuhan kasih sayang ibu,” pungkasnya.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut