Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Makan Telur Setiap Hari Apa Bikin Gula Darah Naik? Cek Kandungan di Dalamnya
Advertisement . Scroll to see content

Oatmeal Versus Sereal, Mana Lebih Baik untuk Jaga Gula Darah?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:56:00 WIB
Oatmeal Versus Sereal, Mana Lebih Baik untuk Jaga Gula Darah?
Oatmeal tanpa pemanis dan sereal gandum utuh rendah gula dapat menjadi pilihan sarapan yang baik. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Oatmeal dan sereal menjadi pilihan sarapan praktis bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki aktivitas padat pada pagi hari. Meski sama-sama mudah disajikan dengan susu, buah, atau kacang-kacangan, kandungan nutrisi keduanya dapat memengaruhi kadar gula darah secara berbeda.

Dikutip dari Verywell Health, oatmeal tanpa tambahan rasa dan pemanis umumnya lebih baik untuk membantu mengontrol gula darah dibandingkan sejumlah sereal kemasan. Meski demikian, tidak semua sereal berdampak buruk bagi kesehatan karena kandungan serat, jenis biji-bijian, dan gula tambahan turut menentukan kualitas nutrisinya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih oatmeal atau sereal sebagai menu sarapan.

1. Oatmeal Bantu Perlambat Penyerapan Gula

Oatmeal, terutama yang berasal dari gandum utuh, mengandung serat larut yang membantu memperlambat proses pencernaan. Dengan begitu, glukosa dari makanan dapat masuk ke aliran darah secara lebih bertahap.

Proses tersebut membantu mengurangi lonjakan kadar gula darah setelah makan. Kandungan serat dalam oat juga dikaitkan dengan pengelolaan gula darah yang lebih baik.

Karena itu, oatmeal tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Namun, jenis oatmeal yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan.

Oat utuh umumnya membutuhkan pengolahan lebih sedikit dibandingkan beberapa produk oat instan yang telah ditambahkan gula atau perasa. Oleh sebab itu, penting untuk memeriksa komposisi produk sebelum membelinya.

2. Tidak Semua Sereal Kemasan Buruk untuk Gula Darah

Sereal banyak dipilih sebagai menu sarapan karena penyajiannya mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Cukup menambahkan susu, makanan ini sudah siap dikonsumsi.

Namun, beberapa produk sereal kemasan mengandung karbohidrat olahan dan gula tambahan dalam jumlah tinggi. Kombinasi tersebut dapat membuat kadar gula darah meningkat lebih cepat setelah makan.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi juga dapat memengaruhi rasa lapar. Setelah kadar gula darah meningkat, penurunan berikutnya dapat membuat seseorang kembali merasa lapar dalam waktu relatif singkat.

Meski begitu, kandungan nutrisi sereal berbeda-beda pada setiap produk. Sereal berbahan gandum utuh dengan kandungan serat tinggi dan tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif sarapan yang baik.

Dalam kondisi tertentu, sereal gandum utuh tanpa gula tambahan bahkan dapat memberikan respons gula darah yang sebanding dengan oatmeal.

3. Komposisi Sarapan Pengaruhi Rasa Lapar

Memilih menu sarapan bukan sekadar memenuhi kebutuhan energi sebelum beraktivitas. Komposisi makanan pada pagi hari juga dapat memengaruhi respons tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi pada waktu berikutnya.

Lonjakan gula darah setelah sarapan dapat memengaruhi respons insulin terhadap makanan selanjutnya. Fenomena ini dikenal sebagai *second meal effect*, yakni kondisi ketika makanan sebelumnya memengaruhi respons metabolisme tubuh terhadap makanan berikutnya.

Selain itu, perubahan kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan tinggi gula dapat memengaruhi rasa lapar. Jika kembali lapar dalam waktu singkat, seseorang berpotensi makan lebih banyak sepanjang hari.

Sebab itu, memilih menu sarapan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kepraktisan. Kandungan serat, jumlah gula tambahan, serta keseimbangan nutrisi juga penting diperhatikan.

Oatmeal tanpa pemanis dan sereal gandum utuh rendah gula dapat menjadi pilihan sarapan yang baik. Keduanya dapat melengkapi pola makan sehat selama dikonsumsi dengan memperhatikan porsi dan komposisi makanan secara keseluruhan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut