Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Catat! Dokter Ungkap Mata Juling Bisa Diobati dengan Operasi
Advertisement . Scroll to see content

Orang Tua Wajib Tahu, Ini Tanda Mata Juling Tersembunyi pada Anak

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:14:00 WIB
Orang Tua Wajib Tahu, Ini Tanda Mata Juling Tersembunyi pada Anak
Ilustrasi pemeriksaan mata anak. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Mata anak yang terlihat lurus belum tentu sepenuhnya terbebas dari masalah strabismus atau mata juling. Ada kondisi yang disebut strabismus laten atau ketika ketidaksejajaran mata tidak selalu terlihat dan baru tampak pada kondisi tertentu, misalnya saat anak kelelahan.

Kondisi ini membuat orang tua terkadang tidak menyadari adanya gangguan pada koordinasi kedua mata. Posisi mata bahkan bisa terlihat normal ketika anak sedang fokus, tetapi tampak bergeser saat lelah atau ketika diperhatikan melalui foto maupun rekaman video.

Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, dr Lely Retno Wulandari, SpM(K), mengatakan strabismus tersembunyi memang tidak selalu mudah dikenali.

"Pada bayi berusia sekitar tiga hingga empat bulan, mata terkadang tampak belum sepenuhnya terkoordinasi karena sistem penglihatan masih berkembang. Namun, apabila ketidaksejajaran menetap setelah usia empat bulan, mata juling umumnya tidak membaik dengan sendirinya dan dapat memengaruhi penglihatan tiga dimensi, persepsi jarak, serta meningkatkan risiko ambliopia," jelas Lely saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Karena itu, orang tua disarankan tidak hanya mengamati posisi mata anak ketika sedang dalam kondisi normal. Perubahan yang muncul ketika anak lelah atau sedang melakukan aktivitas tertentu juga perlu diperhatikan.

Tanda Mata Juling yang Sering Tidak Disadari

Selain mata yang tampak tidak sejajar, terdapat sejumlah kebiasaan yang dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada koordinasi penglihatan anak.

Beberapa di antaranya adalah anak sering memiringkan kepala, menutup salah satu mata, atau menyipit ketika melihat. Anak juga dapat mengalami kesulitan menangkap benda, sering menabrak, sulit memperkirakan jarak, hingga mengeluhkan penglihatan ganda.

"Karena itu, orang tua tidak perlu menunggu anak dewasa untuk melakukan pemeriksaan, terutama jika anak sering memiringkan kepala, menutup salah satu mata, menyipit ketika melihat, kesulitan menangkap benda, sering menabrak, sulit memperkirakan jarak, atau mengeluhkan penglihatan ganda," ujar dr Lely.

Menurutnya, pemeriksaan mata penting dilakukan karena strabismus pada masa kanak-kanak tidak hanya berkaitan dengan tampilan posisi mata. Gangguan tersebut dapat memengaruhi kemampuan otak dalam mengolah informasi dari kedua mata.

Jika tidak ditangani dengan tepat, anak berisiko mengalami ambliopia atau mata malas, yakni kondisi ketika kemampuan melihat salah satu mata berkembang lebih rendah dibandingkan mata lainnya.

Strabismus juga dapat memengaruhi penglihatan tiga dimensi dan kemampuan memperkirakan jarak. Hal ini berpotensi membuat anak mengalami kesulitan ketika melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi penglihatan dan persepsi ruang.

Kenapa Anak Bisa Mengalami Mata Juling?

Strabismus dapat dipengaruhi berbagai faktor. Riwayat keluarga, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, serta perbedaan ketajaman penglihatan antara kedua mata dapat meningkatkan risikonya.

Gangguan pada otot atau saraf yang menggerakkan mata juga dapat menjadi penyebab. Pada orang dewasa, strabismus yang baru muncul bahkan dapat berkaitan dengan kondisi neurologis, trauma, diabetes, hipertensi, atau penyakit sistemik tertentu.

Artinya, mata juling tidak selalu memiliki satu penyebab yang sama. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut