Pakai Bra Ketat Bisa Sebabkan Kanker Payudara, Mitos atau Fakta?
JAKARTA, iNews.id - Beberapa perempuan memutuskan menggunakan bra dengan ukuran yang lebih kecil supaya membantu payudara terangkat. Ini dipercaya membuat bentuk payudara anti-kendor dan secara visual membuat tampilan lebih seksi.
Sayangnya, pendapat itu sangat keliru dan malah membahayakan perempuan. Ya, penggunaan bra yang terlalu ketat atau ukurannya tidak sesuai dengan kondisi tubuh justri memperbesar risiko kena kanker payudara. Kok bisa?
Menurut laporan yang diterbitkan di Journal of Oncology Research and Treatment, ada korelasi antara penggunaan bra ketat dengan risiko kanker payudara. Data dianalisis menggunakan multivariant analysis dengan regresi Poisson.
Diterangkan bahwa wanita yang memiliki jam pemakaian bra ketat lebih panjang berisiko kanker payudara 2,27 kali lipat ketimbang perempuan yang memakai bra sesuai ukuran payudara.
"Hasil studi ini menunjukkan terdapat hubungan antara penggunaan bra ketat dengan kanker payudara pada wanita pra dan pascamenopause,' kata laporan tersebut, dikutip Jumat (13/10/2023).
Selain memicu kanker payudara, menurut dr James D. Namnoum, seorang Board Certified Plastic and Reconstructive Surgeon, penggunaan bra ketat atau tidak sesuai ukuran payudara juga berisiko sebabkan beberapa masalah berikut ini:
1. Nyeri payudara karena tekanan yang diberikan oleh bra yang terlalu ketat.
2. Back pain juga jadi masalah berikutnya yang dihadapi perempuan pengguna bra tidak sesuai ukuran payudara.
3. Sakit di pundak dan leher juga dapat terjadi.
4. Bra terlalu ketat juga memicu kulit di area payudara iritasi dan bisa menyebabkan kemerahan.
5. Masalah berikutnya adalah 'bad posture'. Pada pengguna bra terlalu ketat. Jika dipakai secara terus menerus bukan hanya memicu kanker payudara, tapi juga bisa memengaruhi postur tulang belakang alias bongkok.
Jadi jangan coba-coba pakai bra yang terlalu ketat karena memicu banyak masalah kesehatan.
Editor: Elvira Anna