Para Ahli Prediksi Varian Covid-19 Omicron Jadi Transisi Pandemi ke Endemik
NEW YORK, iNews.id – Para ahli kesehatan dunia menyatakan bahwa jenis virus Covid-19 Omicron dapat menjadi langkah signifikan dalam transisi pandemi menjadi endemik.
Hal tersebut berdasarkan studi awal tentang situasi penyebarannya yang begitu masif di beberapa negara.
Direktur pelaksana Bain Capital Life Sciences, Dr. Adam Koppel mengungkapkan varian Omicron yang sekarang ini mewabah di beberapa negara sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi strain global yang dominan.
“Itu akan memungkinkan kita untuk lebih cepat mencapai keadaan endemik sebagai menentang keadaan pandemi di mana kita dapat hidup lebih teratur dengan virus yang lebih mirip dengan flu daripada yang terlihat seperti COVID," katanya seperti dikutip dari Fox News, Jumat (17/12/2021).
Para ilmuwan yang mempelajari varian Omicron telah menekankan masih banyak yang harus dipelajari tentang varian baru. Mereka mengungkapkan masih belum menemukan adanya indikasi penyakit parah akibat terinfeksi varian Omicron daripada varian Delta.
Para ilmuwan menilai varian Omicron akan lebih banyak menginfeksi individu yang lebih muda dan lebih sehat. Hal senada pun diungkapkan para peneliti dari Universitas Hong Kong yang mendukung penelitian sebelumnya di Afrika Selatan yang menemukan bahwa varian tersebut sangat menular.
Mereka menemukan bahwa varian tersebut menginfeksi orang sekitar 70 kali lebih cepat daripada jenis sebelumnya. Menurut penelitian sebagian besar dari seseorang yang terinfeksi Omicron tidak membutuhkan oksigen dan tidak memerlukan perawatan ICU.
Namun, mengingat banyaknya jumlah kasus yang terinfeksi Omicron, tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan penyakit dan kematian yang lebih parah. Meski saat ini jumlah kematian itu sendiri jauh lebih rendah.
"Dengan menginfeksi lebih banyak orang, virus yang sangat menular dapat menyebabkan penyakit dan kematian yang lebih parah meskipun virus itu sendiri mungkin kurang patogen," kata para peneliti Hongkong.
Sebuah analisis data dari Afrika Selatan, menunjukkan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech dapat memberikan pertahanan terhadap infeksi dari Omicron serta menekan jumlah pasien rawat inap di rumah sakit.
Editor: Dyah Ayu Pamela