Pasien Diabetes Tidak Boleh Puasa, Cek Kebenarannya
JAKARTA, iNews.id - Meski puasa Ramadhan sudah setengah jalan, tetapi masih banyak dari Anda yang bingung apakah pasien diabetes aman untuk berpuasa atau tidak. Dikhawatirkan pasien diabetes bisa mengalami kondisi hipoglikemia atau gula darah rendah akibat berpuasa.
Hipoglikemia itu sendiri dapat dikenali dari beberapa gejala seperti tubuh bergetar, berkeringat, merasa cemas, pusing, merasa sangat lapar, jantung berdetup kencang, mata kunang-kunang, kelelahan, sakit kepala, dan mudah marah.
Jadi, apakah benar pasien diabetes boleh berpuasa? Dokter Spesialis Penyakit Dalam JEC Eye Hospitals and Clinics, dr Suharko Soebardi, SpPD, mengatakan dengan jelas bahwa pasien diabetes tak masalah jika ingin berpuasa. Namun, ada beberapa catatan yang mesti dipahami supaya ibadah puasa benar-benar memberi manfaat kebaikan, bukan malah merugikan kondisi kesehatan.
"Penderita diabetes tetap bisa berpuasa dengan aman. Syaratnya, mereka harus terus berkonsultasi dengan dokter ahli agar kondisi penyakitnya terus terpantau," jawab dr Suharko dalam webinar kesehatan, dilansir Rabu (28/4/2021).
Dr Suharko melanjutkan, pengecekan tersebut untuk memastikan sejauh mana batas pengidap diabetes boleh berpuasa.
Perencanaan berpuasa juga sangatlah krusial dan bersifat individual, artinya bergantung tingkat diabetes masing-masing penderita. Tidak bisa disamaratakan.
"Dari tahap pemeriksaan itu, dokter bisa merekomendasikan modifikasi porsi asupan, termasuk dosis obat. Selain itu, selama berpuasa, monitoring gula darah harus lebih sering dilakukan," kata dr Suharko.
Jadi, perencanaan berpuasa menjadi kunci utamanya bagi pasien diabetes yang mau berpuasa. Ini penting agar mereka tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman dan terhindar dari risiko penyakit lanjutan lainnya.
Salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah beberapa komplikasi diabetes yang mesti dikenali pasien juga. Hal ini diutarakan Dokter Spesialis Retina, Vitreo-Retina, dan Cataract, dr Martin Hertanto, Sp M, bahwa pasien diabetes perlu tetap waspada terhadap potensi gangguan mata akibat komplikasinya.
"Tetapi, kalau ditanya apakah ada efek di mata pada pasien diabetes yang berpuasa, kami bisa jelaskan secara umum puasa tidak memberikan pengaruh signifikan pada organ mata," terangnya.
Nah, soal komplikasi diabetes pada mata, masalah yang harus diwaspadai adalah retinopatik diabetik yang bisa menyebabkan pendarahan dan robekan pada retina, sehingga menimbulkan gangguan pandangan seperti berbayang atau munculnya bercak hitam, bahkan sampai kebutaan.
"Karenanya, penting bagi pengidap diabetes untuk tetap mampu menjaga kadar gulanya selama berpuasa dan melakukan pemeriksaan retina secara berkala, minimal setahun sekali bergantung derajat keparahan penyakitnya," ujar dr Martin.
Editor: Elvira Anna