Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Setahun Prabowo-Gibran: 41,8 Juta Orang Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Advertisement . Scroll to see content

Penting Diketahui Orang Tua, Ini Cara Atasi Peradangan Kulit pada Bayi saat Musim Hujan

Jumat, 13 Januari 2023 - 21:14:00 WIB
Penting Diketahui Orang Tua, Ini Cara Atasi Peradangan Kulit pada Bayi saat Musim Hujan
Ketahui cara atasi ruam popok pada bayi saat musim hujan (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bagi ibu yang baru melahirkan, mungkin sudah tak asing dengan ruam popok. Ruam popok merupakan keluhan yang umumnya dialami bayi berupa peradangan di area yang tertutup popok.

Biasanya, ruam popok ditandai dengan bintik-bintik kemerahan. Kondisi ini terjadi karena kulit terus-menerus bersentuhan langsung dengan urine dan tinja. Perlu diketahui, urine dan tinja mengandung zat yang dapat mengiritasi kulit pada bayi.

Lapisan pertahanan pada kulit bayi belum berkembang dengan baik, sehingga zat yang menyebabkan iritasi itu mudah masuk ke dalam kulit bayi. Meski kondisi ini bukan merupakan penyakit yang serius, ruam popok dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan menjadi rewel.

Apalagi, saat ini masuk pada puncaknya musim hujan. Pada musim hujan, jumlah cairan tubuh akan sedikit lebih banyak, karena umumnya jarang berkeringat akibat udara yang sejuk atau dingin.

Kebiasaan buang air kecil pada musim hujan yang sering terjadi pada bayi disebut sebagai diuresis. Kondisi diuresis terjadi karena ginjal terlalu banyak menyaring cairan dan memproduksi urin.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), normalnya jumlah urine pada bayi newborn hingga usia 5 bulan adalah 60 - 450ml dengan frekuensi 20 kali dalam sehari. Jumlah ini bisa bertambah di musim hujan.

"Frekuensi buang air kecil yang bertambah dapat berpotensi menyebabkan kebocoran pada popok si kecil, sehingga kulitnya dapat terkontaminasi oleh fases dan urine. Perubahan pH kulit akibat kontak langsung dengan fases dan urine inilah yang dapat menyebabkan ruam popok,” kata dokter spesialis anak, Andreas Cristan Leyrolf. 

Berikut adalah tips mengatasi peradangan pada kulit bayi saat musim hujan. 

Sering Ganti Popok

Pada umumnya, bayi perlu mengganti popok setiap 3-4 jam sekali. Hal ini untuk menghindari kontak yang terlalu lama dengan urin dan feses yang dapat meningkatkan pH basa pada kulit.

Gunakan Popok Kualitas Baik 

Ada beragam pilihan popok di pasaran, namun orang tua harus memilih popok berkualitas baik yang memiliki daya serap tinggi. Popok dengan daya serap yang tinggi dapat mengurangi kontak langsung antara kulit dengan urine. 

Selain itu, pilih popok yang antigumpal dengan inti struktur SAP. Popok yang antigumpal sangat baik untuk cegah ruam popok. Disarankan, pilih popok berbahan lembut dan tipis karena si kecil pada umumnya belum berkembang secara sempurna, sehingga masih sangat sensitif. 

Bersihkan dan Keringkan Kulit Bayi Sebelum Gunakan Popok 

Setelah buang air kecil dan buang air besar, sangat penting untuk bersihkan kulit bayi dengan air bersih. Gunakan air hangat agar si kecil lebih nyaman. Setelah itu, pastikan mengeringkan permukaan kulit area ruam popok sebelum mengenakan popok kepada bayi. 

Jason Lee selaku CEO Makuku menyampaikan, Makuku SAP Diapers Comfort memiliki teknologi tinggi dengan daya tampung lebih besar, yaitu 400 ml dan antigumpal. Makuku SAP Diapers Comfort, kata Jason, menggunakan inti struktur SAP (Super Absorbent Polymer), teknologi ini mampu menyerap lebih banyak cairan dan menguncinya sehingga mengurangi risiko ruam popok. 

"Inti struktur SAP berbeda dengan bahan penyerap tradisional seperti pulp atau serat kayu untuk membuat kertas. Jika cairan ditambahkan ke partikel SAP, maka akan berubah menjadi gel dan cairan terkunci dalam gel tersebut serta menjaga permukaan kulit bayi tetap kering,” tuturnya.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut