Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Yersinia Pestis, Bakteri Penyebab Penyakit Pes yang Diduga Menyerang Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Pneumonia Misterius Ditemukan di Rusia, Pasien Meninggal Dunia usai 3 Hari Dirawat

Senin, 05 Oktober 2026 - 11:34:00 WIB
Pneumonia Misterius Ditemukan di Rusia, Pasien Meninggal Dunia usai 3 Hari Dirawat
Pasien pneumonia misterius di Rusia. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

SIBERIA, iNews.id — Pneumonia misterius menjadi sorotan di Rusia setelah seorang pekerja laboratorium meninggal dunia dengan diagnosis pneumonia yang penyebabnya belum diketahui. 

Kondisinya dilaporkan memburuk dalam waktu singkat hingga membutuhkan ventilator sebelum akhirnya meninggal dunia setelah sekitar tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit.

Pasien tersebut diketahui bernama Daria Shipilova, 28 tahun, pekerja laboratorium di Irkutsk Anti-Plague Research Institute, Siberia. Ia dilaporkan mulai dirawat di rumah sakit Shelekhov pada 29 September 2026.

Hanya berselang beberapa hari, kondisi Shipilova memburuk. Ia meninggal dunia pada dini hari 2 Oktober 2026.

Kasus ini menjadi perhatian karena Shipilova bekerja di salah satu lembaga yang menangani penyakit berbahaya, termasuk pes. Kematian tersebut juga memicu pemantauan terhadap hampir 200 orang yang diduga memiliki kontak dengannya.

Awalnya Diduga Covid-19

Menurut laporan media yang dikutip Euronews, Shipilova sempat diduga mengalami Covid-19 berat ketika pertama kali mendapatkan perawatan.

Namun, kondisinya kemudian memburuk dan ia membutuhkan penanganan intensif. Shipilova bahkan dilaporkan harus menggunakan ventilator sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kematian tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai penyebab sebenarnya dari pneumonia yang dialaminya.

Sejumlah laporan media Rusia mengaitkan sakitnya dengan dugaan kecelakaan di laboratorium pada 25 September. Shipilova disebut mengalami insiden ketika menangani tabung yang diduga berisi bakteri penyebab pes.

Namun, informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Rusia.

Rusia Sebut Pneumonia dengan Penyebab Tidak Diketahui

Di tengah berbagai spekulasi, Rospotrebnadzor menyatakan Shipilova mengalami pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui.

Otoritas kesehatan Rusia juga menyatakan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaan korban di dalam tubuhnya. Mereka menyebut kondisi epidemiologis di wilayah Irkutsk dan Shelekhov tetap stabil.

Dengan demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pneumonia yang menyebabkan kematian Shipilova berkaitan dengan Yersinia pestis, bakteri penyebab penyakit pes, atau patogen lainnya.

Mengapa Pneumonia Bisa Memburuk dengan Cepat?

Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada jaringan paru-paru. Penyebabnya dapat beragam, mulai dari bakteri dan virus hingga jamur.

Ketika paru-paru mengalami infeksi berat, kantung udara atau alveolus dapat terisi cairan dan sel inflamasi. Kondisi tersebut dapat menghambat pertukaran oksigen sehingga kadar oksigen dalam darah menurun.

Pada kondisi berat, pasien dapat mengalami sesak napas dan gagal napas hingga membutuhkan ventilator.

Kecepatan perburukan pneumonia sangat bergantung pada penyebab infeksi, kondisi tubuh pasien, serta seberapa cepat penyakit dikenali dan ditangani.

Mengapa Kasus Ini Dikaitkan dengan Pes?

Kecurigaan terhadap pes muncul karena latar belakang Shipilova sebagai pekerja di institut anti-pes dan adanya laporan mengenai dugaan insiden laboratorium.

Pes disebabkan bakteri Yersinia pestis. Salah satu bentuknya adalah pes pneumonik, yakni ketika bakteri menginfeksi paru-paru.

Bentuk ini dapat menyebabkan pneumonia berat dan berkembang cepat. Pes pneumonik juga dapat menular dari manusia ke manusia melalui partikel pernapasan dalam kontak dekat.

Namun, dugaan tersebut tidak sama dengan diagnosis yang telah dikonfirmasi.

Rospotrebnadzor masih menyebut kasus Shipilova sebagai pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.

Hampir 200 Orang Dipantau dan Diisolasi

Kematian Shipilova diikuti langkah pencegahan terhadap orang-orang yang diduga melakukan kontak dengannya.

Hampir 200 orang dilaporkan ditempatkan dalam pemantauan medis. Sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah tersebut juga memberlakukan pembatasan sebagai langkah pencegahan.

Meski demikian, orang-orang yang menjalani pemantauan tidak berarti telah terinfeksi. Laporan resmi menyebut mereka tidak menunjukkan gejala dan hasil pemeriksaan yang dilaporkan negatif.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa pneumonia yang menyebabkan kematian Shipilova merupakan pes pneumonik atau bahwa telah terjadi penularan penyakit tersebut kepada masyarakat.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut