Punya Kucing di Rumah? Kenali Tanda Gangguan Kesehatan yang Tak Boleh Diabaikan
JAKARTA, iNews.id – Memelihara kucing di rumah bukan sekadar memberikan makanan, menyediakan tempat tidur, atau mengajaknya bermain. Pemilik juga perlu peka terhadap perubahan perilaku hewan kesayangan, karena bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.
Kucing tidak dapat menyampaikan rasa sakit seperti manusia. Karena itu, perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari nafsu makan hingga frekuensi buang air kecil, perlu diperhatikan agar masalah kesehatan dapat dikenali lebih awal.
Salah satu gangguan yang perlu diketahui pemilik kucing adalah Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD), yakni istilah untuk kelompok gangguan yang memengaruhi saluran kemih bagian bawah kucing.
Gangguan ini dapat berkaitan dengan sejumlah kondisi, seperti peradangan kandung kemih, batu saluran kemih, hingga sumbatan yang menghambat keluarnya urine. Gejala yang muncul bisa berbeda-beda, bergantung pada penyebabnya.
Lantas, apa saja tanda yang perlu diperhatikan pemilik kucing? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.
Pertama, perubahan kebiasaan buang air kecil. Kucing yang berulang kali masuk ke kotak pasir, mengejan saat buang air kecil, mengeluarkan urine dalam jumlah sedikit, atau mengeong seperti kesakitan perlu mendapat perhatian.
Pemilik juga perlu memperhatikan jika terdapat darah dalam urine atau kucing mulai buang air kecil di luar kotak pasir, padahal sebelumnya terbiasa menggunakan tempat tersebut.
Kondisi ini tidak boleh langsung dianggap sebagai masalah perilaku. Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan saluran kemih sehingga pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Kedua, kucing tampak gelisah atau sering menjilati area kelaminnya. Perilaku tersebut dapat menjadi salah satu tanda ketidaknyamanan, terutama jika muncul bersamaan dengan kesulitan buang air kecil.
Ketiga, perubahan nafsu makan dan aktivitas. Kucing yang biasanya aktif tetapi mendadak lebih banyak bersembunyi, terlihat lesu, atau tidak mau makan juga perlu diperhatikan.
Meski tanda-tanda ini tidak secara khusus menunjukkan FLUTD, perubahan yang menetap atau disertai gejala lain sebaiknya diperiksakan ke dokter hewan.
Hal paling penting adalah mengenali kondisi darurat. Jika kucing berulang kali mencoba buang air kecil tetapi urine tidak keluar, pemilik harus segera membawanya ke dokter hewan. Sumbatan saluran kemih dapat mengancam nyawa, terutama pada kucing jantan, sehingga tidak boleh menunggu gejala membaik dengan sendirinya.
Selain mengenali gejala, pemilik dapat mendukung kesehatan kucing melalui perawatan sehari-hari. Sediakan air minum bersih, jaga kebersihan kotak pasir, serta berikan makanan yang sesuai dengan usia, kebutuhan nutrisi, dan kondisi kesehatannya.
Kebutuhan setiap kucing bisa berbeda. Karena itu, perubahan pola makan atau pemilihan makanan khusus untuk kondisi tertentu sebaiknya didiskusikan dengan dokter hewan, terutama jika kucing pernah mengalami gangguan saluran kemih.
Penting pula untuk tidak memberikan obat manusia kepada kucing tanpa petunjuk dokter hewan. Obat yang aman bagi manusia belum tentu aman bagi hewan.
Perhatian terhadap kesehatan kucing juga menjadi salah satu hal yang disoroti dalam kegiatan komunitas pencinta hewan. Me-O Cat Fun Day 2026 Roadshow Bandung yang berlangsung di Lapangan Saparua, Bandung, Jawa Barat, mempertemukan para pencinta kucing melalui berbagai aktivitas bersama.
Acara tersebut menghadirkan kegiatan Zumba, permainan bersama komunitas pencinta kucing, serta sesi obrolan bersama Selebcing Neng (@nengmolencantik) dan Nastar (@marucatfamily).
General Manager Marketing Perfect Companion Indonesia, Mila Likumahua, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan solidaritas di antara komunitas pencinta kucing.
"Kami ingin membawa semangat kebersamaan dan solidaritas pecinta kucing, bukan hanya di Bandung, tapi juga di Indonesia, lewat Me-O yang dipercaya jutaan cat parents untuk bisa selalu sehat dan melewati berbagai momen bersama," ujar Mila.
Pada akhirnya, merawat kucing bukan hanya soal menyediakan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memahami perubahan yang terjadi pada tubuh dan perilakunya. Dengan perhatian yang konsisten, pemilik dapat lebih cepat mengenali tanda masalah kesehatan dan mencari pertolongan yang sesuai.
Sebab, ketika kucing menunjukkan perubahan yang tidak biasa, respons pemilik menjadi langkah penting untuk memastikan hewan kesayangan mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang dibutuhkan
Editor: Muhammad Sukardi