Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kanker Payudara Tak Selalu Menimbulkan Nyeri, Waspadai 3 Perubahan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Punya Riwayat Kanker Payudara dalam Keluarga? Dokter Ingatkan Jangan Asal Tes Genetik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:03:00 WIB
Punya Riwayat Kanker Payudara dalam Keluarga? Dokter Ingatkan Jangan Asal Tes Genetik
Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menjalani tes genetik tanpa memahami manfaat dan konsekuensi hasil pemeriksaan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Riwayat kanker payudara dalam keluarga bisa menjadi salah satu faktor untuk menilai risiko seseorang mengalami penyakit tersebut. Namun, dokter mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menjalani tes genetik tanpa memahami manfaat dan konsekuensi hasil pemeriksaan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi, dr Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, menjelaskan bahwa mutasi gen BRCA berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker ovarium.

Pemeriksaan genetik dapat membantu mengetahui apakah seseorang memiliki mutasi tersebut. Meski demikian, keputusan untuk menjalani tes perlu mempertimbangkan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.

Menurut Jeffry, pemeriksaan dapat dipertimbangkan jika terdapat riwayat kanker dalam keluarga, terutama pola kejadian kanker yang mengarah pada kemungkinan faktor keturunan.

Dia mengingatkan, tes genetik sebaiknya tidak dilakukan hanya karena penasaran. Pasien perlu memahami tujuan pemeriksaan dan mempersiapkan diri untuk menerima hasilnya.

“Kalau memang kita siap, boleh. Tapi kalau enggak siap, lebih baik jangan iseng-iseng berhadiah. Bahaya,” ujar Jeffry.

Dia menjelaskan, hasil tes genetik juga tidak boleh dimaknai secara berlebihan. Seseorang yang memiliki mutasi genetik terkait peningkatan risiko kanker belum tentu akan mengalami penyakit tersebut.

Sebaliknya, hasil tes yang tidak menemukan mutasi pada gen yang diperiksa tidak serta-merta menjamin seseorang bebas dari kanker. Jeffry mencontohkan, ada orang yang tidak memiliki mutasi pada gen yang diuji, tetapi tetap mengalami kanker.

Karena itu, pemeriksaan genetik perlu disertai konsultasi dengan tenaga medis. Pasien perlu mendapatkan penjelasan mengenai manfaat, keterbatasan pemeriksaan, arti hasil tes, serta langkah lanjutan yang dapat dilakukan.

“Yang penting edukasi, yang penting konsultasikan dululah kalau pemeriksaan-pemeriksaan,” ujar Jeffry.

Kapan Perlu Menjalani Tes Genetik?

Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker payudara tidak otomatis berarti seseorang harus menjalani tes genetik. Pemeriksaan perlu dipertimbangkan berdasarkan pola kanker dalam keluarga dan penilaian dokter.

Melalui konsultasi, dokter dapat menilai apakah riwayat kanker tersebut mengarah pada kemungkinan faktor keturunan sehingga pemeriksaan genetik relevan dilakukan.

Jika tes diperlukan, pasien juga perlu memahami kemungkinan hasil positif, negatif, maupun hasil yang belum memberikan kesimpulan pasti.

Pemahaman ini penting agar pasien dapat mengambil keputusan secara tepat dan mengetahui langkah yang perlu dilakukan setelah menerima hasil pemeriksaan.

Tes genetik sebaiknya menjadi bagian dari upaya menilai risiko kanker berdasarkan pertimbangan medis, bukan sekadar pemeriksaan untuk memenuhi rasa penasaran.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut