Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kabar Duka, Penulis Novel Misteri Legendaris Keigo Higashino Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Rajin Baca Novel Bisa Bikin Otak Lebih Sehat, Ini Penjelasan Dokter

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:24:00 WIB
Rajin Baca Novel Bisa Bikin Otak Lebih Sehat, Ini Penjelasan Dokter
Kebiasaan membaca cerita fiksi ternyata berpotensi meningkatkan konektivitas otak, termasuk pada area yang berperan dalam memahami cerita. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Membaca novel bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Kebiasaan membaca cerita fiksi ternyata berpotensi meningkatkan konektivitas otak, termasuk pada area yang berperan dalam memahami cerita, mengambil sudut pandang orang lain, dan memproses pengalaman.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan temuan penelitian ilmiah mengenai manfaat membaca novel bagi otak melalui akun Threads pribadinya. Penelitian bertajuk Short- and Long-Term Effects of a Novel on Connectivity in the Brain tersebut mengamati perubahan konektivitas otak setelah responden membaca novel.

“Ada penelitian yang melibatkan 19 orang yang diminta untuk membaca novel selama 9 hari. Setelahnya orang-orang tersebut diperiksa otaknya dengan fMRI,” tulis dr. Adam, dikutip Rabu (28/10/2026).

Hasil pemindaian menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) menunjukkan peningkatan konektivitas pada sejumlah area otak. Perubahan tersebut berkaitan dengan kemampuan memahami narasi, membayangkan perspektif orang lain, hingga merasakan pengalaman tokoh dalam cerita.

“Nah hasilnya ternyata menunjukkan peningkatan konektivitas otak di area pemahaman cerita, perspective-taking (mengambil sudut pandang orang lain), dan embodied semantics (merasakan pengalaman tokoh secara sensorik),” lanjut dia.

Membaca Novel Melatih Otak

Saat membaca novel, otak tidak sekadar mengenali kata-kata. Pembaca juga perlu mengikuti alur cerita, memahami karakter, menghubungkan berbagai peristiwa, serta membayangkan situasi yang dialami tokoh.

Proses tersebut melibatkan aktivitas kognitif yang membantu otak mengolah informasi dan memahami pengalaman dari sudut pandang berbeda. Karena itu, membaca cerita panjang berpotensi menjadi salah satu cara untuk menstimulasi fungsi otak.

Menurut dr. Adam, perubahan konektivitas otak dalam penelitian tersebut juga teramati dalam jangka panjang.

“Efek jangka panjang di area otak berupa konektivitas baru,” jelas dr. Adam.

Bisa Jadi Strategi Melawan Brain Rot

Di tengah kebiasaan mengonsumsi konten digital berdurasi pendek, membaca novel dapat menjadi alternatif untuk melatih perhatian agar tetap terarah pada satu aktivitas dalam waktu lebih lama.

Istilah brain rot kerap digunakan untuk menggambarkan penurunan kemampuan berpikir atau konsentrasi yang diasosiasikan dengan konsumsi konten digital secara berlebihan. Namun, istilah ini bukan diagnosis medis resmi.

dr Adam menilai membaca cerita panjang, termasuk novel, bisa menjadi salah satu strategi untuk menjaga kondisi otak di tengah derasnya arus informasi.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa membaca cerita panjang, termasuk novel, bisa membantu untuk membuat kondisi otak menjadi lebih baik. Bisa jadi salah satu strategi juga untuk melawan brain rot,” ujarnya.

Meski demikian, penelitian yang melibatkan 19 responden tersebut masih berskala kecil. Temuannya menunjukkan adanya perubahan konektivitas otak setelah membaca novel, tetapi belum cukup untuk memastikan besarnya manfaat membaca terhadap fungsi otak dalam kehidupan sehari-hari.

Membaca novel tetap bisa menjadi kebiasaan positif untuk mengisi waktu luang sekaligus menstimulasi aktivitas kognitif. Pilih cerita yang menarik agar kegiatan membaca lebih mudah dilakukan secara rutin.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut