Reza Arap Didiagnosis Major Depressive Disorder, Penyakit Apa Itu?
JAKARTA, iNews.id - Figur publik Reza Arap didiagnosis major depressive disorder. Gegara penyakit itu, dia memutuskan untuk pamit dari live streaming Marapthon season 3.
Keputusan itu dipilih agar kesehatan mental Reza Arap pulih kembali. Makanya, dia menjauh dari lingkungan sosial yang dapat memicu perasaan depresi, termasuk teman-temanya.
Menjadi pertanyaan sekarang, apa sebetulnya major depressive disorder? Benarkah itu berbeda dengan sedih biasa?
Major Depressive Disorder (MDD) adalah gangguan kesehatan mental serius yang dikenal juga sebagai depresi mayor. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih yang sangat mendalam, kehilangan minat pada aktivitas, dan perubahan emosi maupun fisik yang berlangsung setidaknya dua minggu atau lebih serta mengganggu kehidupan sehari-hari.
Memanas! Geng Reza Arap Bully Awkarin? Ini Faktanya
Dalam dunia medis, MDD diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk gangguan suasana hati (mood disorder).
Seseorang bisa didiagnosis mengalami MDD jika mengalami beberapa gejala berikut secara terus-menerus:
Viral Tabung Diduga Whip Pink Ada di Rumah Reza Arap, Reaksi Awkarin Mengejutkan!
- Perasaan sedih, kosong, atau putus asa hampir setiap hari
- Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas yang sebelumnya disukai
Terungkap! Reza Arap Lakukan Ini saat Lihat Jenazah Lula Lahfah
- Perubahan nafsu makan (bisa meningkat atau menurun drastis)
- Gangguan tidur (insomnia atau tidur berlebihan)
- Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
- Sulit berkonsentrasi atau mengambil keputusan
- Merasa tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan
- Perubahan gerakan tubuh (lebih lambat atau gelisah)
- Muncul pikiran tentang kematian atau bunuh diri
Diagnosis biasanya ditegakkan oleh psikiater atau psikolog klinis melalui wawancara dan evaluasi psikologis. Jadi, tidak boleh mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan membaca gejala-gejala di atas.
Tidak ada satu penyebab tunggal. MDD biasanya dipengaruhi kombinasi beberapa faktor:
Biologis: ketidakseimbangan zat kimia otak (neurotransmitter)
Genetik: riwayat depresi dalam keluarga
Psikologis: trauma, stres berat, kehilangan orang terdekat
Lingkungan: tekanan hidup, masalah pekerjaan, konflik sosial
MDD bisa diobati dan dikelola dengan beberapa metode, antara lain:
- Psikoterapi (misalnya terapi kognitif perilaku/CBT)
- Obat antidepresan dari psikiater
- Perubahan gaya hidup (tidur cukup, olahraga, dukungan sosial)
- Terapi tambahan seperti mindfulness atau terapi kelompok
Dalam kasus berat, dokter juga bisa mempertimbangkan terapi stimulasi otak.
Jika Anda atau teman Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Mengobati diri sendiri tanpa tahu diagnosis yang tepat tidak akan menyelesaikan masalah utamanya.
Editor: Muhammad Sukardi