Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger! Reza Arap Pamit dari Live Streaming Marapthon Season 3
Advertisement . Scroll to see content

Reza Arap Didiagnosis Major Depressive Disorder, Penyakit Apa Itu?

Senin, 09 Maret 2026 - 19:02:00 WIB
Reza Arap Didiagnosis Major Depressive Disorder, Penyakit Apa Itu?
Reza Arap didiagnosis major depressive disorder. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Figur publik Reza Arap didiagnosis major depressive disorder. Gegara penyakit itu, dia memutuskan untuk pamit dari live streaming Marapthon season 3. 

Keputusan itu dipilih agar kesehatan mental Reza Arap pulih kembali. Makanya, dia menjauh dari lingkungan sosial yang dapat memicu perasaan depresi, termasuk teman-temanya. 

Menjadi pertanyaan sekarang, apa sebetulnya major depressive disorder? Benarkah itu berbeda dengan sedih biasa? 

Apa Itu Major Depressive Disorder?

Major Depressive Disorder (MDD) adalah gangguan kesehatan mental serius yang dikenal juga sebagai depresi mayor. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih yang sangat mendalam, kehilangan minat pada aktivitas, dan perubahan emosi maupun fisik yang berlangsung setidaknya dua minggu atau lebih serta mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dalam dunia medis, MDD diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk gangguan suasana hati (mood disorder). 

Gejala Major Depressive Disorder

Seseorang bisa didiagnosis mengalami MDD jika mengalami beberapa gejala berikut secara terus-menerus:

- Perasaan sedih, kosong, atau putus asa hampir setiap hari

- Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas yang sebelumnya disukai

- Perubahan nafsu makan (bisa meningkat atau menurun drastis)

- Gangguan tidur (insomnia atau tidur berlebihan)

- Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari

- Sulit berkonsentrasi atau mengambil keputusan

- Merasa tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan

- Perubahan gerakan tubuh (lebih lambat atau gelisah)

- Muncul pikiran tentang kematian atau bunuh diri

Diagnosis biasanya ditegakkan oleh psikiater atau psikolog klinis melalui wawancara dan evaluasi psikologis. Jadi, tidak boleh mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan membaca gejala-gejala di atas. 

Penyebab Major Depressive Disorder

Tidak ada satu penyebab tunggal. MDD biasanya dipengaruhi kombinasi beberapa faktor:

Biologis: ketidakseimbangan zat kimia otak (neurotransmitter)

Genetik: riwayat depresi dalam keluarga

Psikologis: trauma, stres berat, kehilangan orang terdekat

Lingkungan: tekanan hidup, masalah pekerjaan, konflik sosial

Cara Penanganan

MDD bisa diobati dan dikelola dengan beberapa metode, antara lain:

- Psikoterapi (misalnya terapi kognitif perilaku/CBT)

- Obat antidepresan dari psikiater

- Perubahan gaya hidup (tidur cukup, olahraga, dukungan sosial)

- Terapi tambahan seperti mindfulness atau terapi kelompok

Dalam kasus berat, dokter juga bisa mempertimbangkan terapi stimulasi otak.

Jika Anda atau teman Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Mengobati diri sendiri tanpa tahu diagnosis yang tepat tidak akan menyelesaikan masalah utamanya. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut