Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Remy Sylado Dimakamkan Siang Ini, Tangis Sang Istri Pecah saat Jenazah Diturunkan ke Liang Lahat
Advertisement . Scroll to see content

Riwayat Sakit Remy Sylado Sebelum Meninggal Dunia, Sempat Terkena Serangan Stroke hingga Operasi Hernia

Senin, 12 Desember 2022 - 14:55:00 WIB
Riwayat Sakit Remy Sylado Sebelum Meninggal Dunia, Sempat Terkena Serangan Stroke hingga Operasi Hernia
Potret Remy Sylado semasa hidup. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dunia hiburan tengah berduka. Sastrawan sekaligus artis lawas era '70-an Remy Sylado meninggal dunia pada Senin (12/12/2022). Dia mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan komplikasi penyakit selama beberapa tahun terakhir.

Diketahui, pada 2020 silam, Remy Sylado pernah mengalami penyakit komplikasi yang membuatnya harus cuci darah di ruang intensive care unit (ICU). Kemudian untuk ketiga kalinya, pada awal 2022, Remy kembali terbaring sakit akibat serangan stroke.

Tak hanya stroke, pemilik nama asli Japi Panda Abdiel Tambayong ini bahkan juga sempat dikabarkan menjalani operasi hernia. Selain itu, dia juga disebut-sebut mengidap katarak. Berbagai macam komplikasi penyakit yang dialami Remy sempat membuatnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Lantas, apakah penyakit stroke yang dialami sang penulis sekaligus aktor ini dapat menyebabkan komplikasi lainnya?

Perlu diketahui, stroke merupakan keadaan di mana adanya gangguan aliran darah di otak secara tiba-tiba. Biasanya, kondisi ini akan menetap selama lebih dari 24 jam yang memberikan banyak gejala. Di antaranya saja sulit berbicara, bicara pelo, lumpuh satu sisi badan, lumpuh daerah wajah, kebas pada separuh badan, dan bahkan sampai penurunan kesadaran atau tidak sadar.

Banyak orang mengira bahwa stroke hanya terjadi di otak. Padahal, stroke juga bisa menyerang mata. Salah satu penyebab stroke mata adalah sumbatan pembuluh darah yang menuju retina. Ada beberapa jenis stroke yang umum menyerang mata, dan salah satunya adalah oklusi retina sentral.

Selain itu, pasca terkena serangan stroke, seseorang rawan mengalami infeksi, terutama pada saluran pernapasan dan saluran kemih. Contohnya saja pneumonia yang dapat muncul karena keterbatasan gerak penderita stroke, atau permasalahan menelan yang menyebabkan makanan masuk ke saluran pernapasan (pneumonia aspirasi). Selain itu, dapat juga ditemukan infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada pemakaian kateter kencing akibat tidak dapat mengontrol fungsi berkemih dengan baik pasca stroke.

Sementara itu, hernia merupakan adalah kondisi dimana adanya penonjolan yang terjadi di sekitar pinggul hingga selangkangan. Penyakit ini biasa terjadi pada pria dewasa yang ditandai dengan rasa nyeri seperti terbakar. Benjolan hernia ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga perlu pencegahan dan pengobatan lebih lanjut. Salah satu pengobatan untuk menghilangkan benjolan tersebut adalah tindakan operasi.

Berdasarkan pendapat banyak dokter bedah, hernia terjadi karena lemahnya otot itu sendiri karena penuaan, aktivitas tertentu, seperti angkat beban berlebihan, sembelit ketika BAB, batuk, hingga gaya hidup yang tidak sehat.

Editor: Siska Permata Sari

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut