Rumah Sakit Ini Bakal Jadi Pusat Kanker, Layanan MCU Jadi Langkah Awal
JAKARTA, iNews.id – Kanker kerap baru diketahui ketika penyakit sudah berkembang dan penanganannya menjadi lebih kompleks. Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kelainan sebelum gejala serius muncul.
Pendekatan inilah yang ingin dikembangkan Rumah Sakit President University di Kota Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Rumah sakit tersebut menyiapkan layanan medical check-up (MCU) sebagai tahap awal pengembangan pelayanan kesehatan, sebelum mewujudkan rencana menjadi pusat kanker.
Namun, pemeriksaan kesehatan umum tidak serta-merta dapat menemukan semua jenis kanker. Jenis pemeriksaan perlu disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, faktor risiko, dan kondisi pasien.
Pendiri President University sekaligus pendiri dan Chairman PT Jababeka Tbk, SD Darmono, mengatakan bahwa layanan pemeriksaan kesehatan menjadi tahap awal yang ingin dikembangkan rumah sakit. Pemeriksaan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi risiko penyakit, termasuk kemungkinan kanker, sehingga pasien bisa mendapat evaluasi medis lebih lanjut jika diperlukan.
"Untuk tahap awal ialah layanan check-up dulu, agar bisa mendiagnosis kanker sejak dini, sambil melatih dokter-dokter bisa sekelas dokter asing yang bisa Bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin," kata Darmono dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2026).
Menurut dia, kebutuhan layanan kesehatan di kawasan industri Cikarang juga berkaitan dengan keberadaan pekerja dan ekspatriat dari berbagai negara. Darmono berharap rumah sakit dapat memperluas pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar, sekaligus mengurangi ketergantungan pasien yang memilih berobat ke luar negeri.
"Karena, kalau ribuan pabrik dari 46 negara dengan banyak ekspatriat di Cikarang didiami saja, mereka akan pergi berobat ke Singapura, Penang-Malaysia, atau Australia. Jadi, kami harap, RS ini bisa menjadi proyek percontohan bagi Kabupaten Bekasi, dan dapat dukungan pemerintah dan semua pihak," ujarnya.
Medical check-up dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan dan mendiskusikan faktor risiko dengan dokter. Namun, tidak semua paket MCU mencakup skrining kanker. Pemeriksaan yang diperlukan bergantung pada kondisi masing-masing orang dan rekomendasi tenaga medis.
Sejumlah metode skrining digunakan untuk kanker tertentu. Misalnya, mammografi untuk membantu mendeteksi kanker payudara, tes HPV atau Pap smear untuk skrining kanker leher rahim, serta pemeriksaan tertentu untuk mendeteksi kanker kolorektal. Pada orang dengan risiko tinggi kanker paru, dokter dapat mempertimbangkan skrining menggunakan CT dosis rendah sesuai kriteria yang berlaku.
Pemeriksaan darah rutin juga tidak dapat dijadikan satu-satunya cara untuk memastikan seseorang bebas kanker. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kelainan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan. Sebaliknya, hasil MCU yang tampak normal tidak selalu menyingkirkan kemungkinan kanker.
Karena itu, pengembangan layanan deteksi dini perlu disertai penjelasan yang tepat kepada pasien mengenai manfaat, keterbatasan, dan tindak lanjut pemeriksaan. Deteksi dini bukan berarti semua orang harus menjalani seluruh jenis skrining, melainkan menjalani pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risikonya.
RS President University telah memperoleh izin operasional tipe D. Rumah sakit ini menyiapkan layanan poliklinik rawat jalan dan MCU sebagai layanan awal, dengan peluncuran layanan secara penuh dijadwalkan pada November 2026.
Fasilitas yang disiapkan meliputi instalasi gawat darurat, ruang rawat inap, ruang operasi, farmasi, laboratorium, radiologi, serta layanan rujukan. Rumah sakit tersebut memiliki kapasitas awal 54 tempat tidur dan menyiapkan layanan spesialis, antara lain kesehatan anak dan ibu, penyakit dalam, gizi, serta kebidanan dan kandungan.
Jumlah tenaga kerja yang tercatat saat ini mencapai 111 orang. Pengelola juga merencanakan peningkatan kapasitas hingga 200 tempat tidur. Meski demikian, pengembangan layanan perlu berjalan seiring dengan kesiapan tenaga medis, fasilitas pemeriksaan, sistem rujukan, dan pemenuhan standar pelayanan.
Direktur Utama PT Rumah Prima Sehat, Johanes Poso, mengatakan pihaknya telah mengunjungi fasilitas kesehatan di Taiwan dan China untuk mempelajari perkembangan teknologi penanganan kanker. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bahan pengembangan layanan rumah sakit.
Setelah pengembangan pusat kanker, rumah sakit juga memiliki rencana membangun layanan jantung. Namun, pusat kanker masih menjadi target pengembangan, bukan layanan yang sudah dinyatakan beroperasi penuh.
"Kami menyadari perjalanan ini masih panjang dan perlu waktu untuk mengembangkan RS President University, namun dengan dukungan founder, Board of Trustees FKPU, mitra internasional, direksi RS President University, kami percaya cita-cita besar ini dapat diwujudkan secara bertahap," kata Johanes.
Ketua Board of Trustees Fakultas Kedokteran President University, Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS(K), juga melihat kerja sama internasional sebagai salah satu modal pengembangan rumah sakit. Kolaborasi dengan mitra dari Taiwan dan China diharapkan mendukung pertukaran pengetahuan di bidang kesehatan.
Dalam kegiatan peluncuran logo rumah sakit pada Sabtu, 10 Oktober 2026, hadir pula Prof. Xu Kecheng, dokter dan pakar penanganan serta rehabilitasi kanker dari China yang menjadi penasihat medis senior rumah sakit. Keterlibatan para mitra tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan layanan yang masih berlangsung.
Dekan Fakultas Kedokteran President University, Prof. Budi Setiabudiawan, mengapresiasi pengembangan rumah sakit yang terhubung dengan institusi pendidikan kedokteran tersebut. Fakultas Kedokteran President University berdiri pada 2023, sementara rumah sakit ini dirancang untuk menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, mengatakan kehadiran RS President University menambah jumlah rumah sakit di Kabupaten Bekasi dari 55 menjadi 56. Dia berharap rumah sakit tersebut dapat berkembang dan kelak berkontribusi dalam penanganan kanker.
"Alhamdulillah, Kabupaten Bekasi menambah satu lagi rumah sakit dari 55 rumah sakit menjadi 56 rumah sakit. Dengan dibukanya Rumah Sakit President – yang InsyaAllah akan dikembangkan untuk khusus untuk cancer, mudah-mudahan nanti jadi pusatnya di sini," kata Asep.
Asep juga mendorong pengelola rumah sakit menjajaki kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar masyarakat dapat mengakses layanan yang tersedia. Namun, kerja sama tersebut belum dapat dipastikan karena rumah sakit masih menjalani persiapan akhir, termasuk proses akreditasi.
"Untuk kebutuhan terkait regulasi, birokrasi, perizinan, akan saya kawal. Apalagi saya seorang dokter, yang memang kesehatan sangat saya prioritaskan," ujarnya.
Rumah sakit tersebut berada di Jalan Niaga Raya, Kota Jababeka, di atas lahan sekitar 6.800 meter persegi. Peluncuran logo pada 10 Oktober 2026 dihadiri perwakilan pemerintah daerah, pengelola rumah sakit, mitra industri, perbankan, perusahaan asuransi, dan mitra strategis lainnya.
Pada akhirnya, upaya mendeteksi kanker lebih dini tidak hanya ditentukan oleh keberadaan rumah sakit atau alat pemeriksaan. Masyarakat juga perlu memahami faktor risiko, mengikuti skrining yang sesuai rekomendasi, dan memeriksakan diri ketika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.
Bagi RS ini, layanan MCU menjadi langkah awal menuju rencana pengembangan pusat kanker. Seberapa besar kontribusinya bagi deteksi dini kanker di masyarakat akan bergantung pada jenis pemeriksaan yang benar-benar tersedia, kesiapan tenaga medis, serta akses pasien terhadap pemeriksaan lanjutan dan pengobatan.
Editor: Muhammad Sukardi