Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Susu Bukan Cuma untuk Balita, Ini Alasan Anak Harus Tetap Minum hingga Remaja
Advertisement . Scroll to see content

Rutin Minum Susu Whey Protein Bikin Punggung Jerawatan? Ini Kata Dokter!

Senin, 06 Juli 2026 - 04:04:00 WIB
Rutin Minum Susu Whey Protein Bikin Punggung Jerawatan? Ini Kata Dokter!
Ilustrasi minum susu. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Susu whey protein menjadi salah satu suplemen favorit bagi para pencinta gym. Susu jenis itu dipercaya membantu memenuhi kebutuhan protein sekaligus mendukung pembentukan massa otot. 
Namun, di balik popularitasnya, tak sedikit orang mengeluhkan munculnya bruntusan atau jerawat di area punggung setelah rutin mengonsumsinya. Hal ini yang kerap membuat susu whey protein takut untuk dikonsumsi.

Lantas, benarkah whey protein menjadi penyebab utama punggung berjerawat? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa kondisi tersebut memang bisa terjadi pada sebagian orang. Meski demikian, penyebabnya tidak selalu berasal dari whey protein.

Dalam podcast bersama dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, dr. Windy mengatakan bahwa kandungan protein yang tinggi pada beberapa jenis whey protein dapat memengaruhi kondisi kulit, khususnya di area punggung.

"Memang pada beberapa kasus, enggak semua sih, ada memang whey protein mungkin tergantung kandungannya juga, itu ternyata juga mampu memicu ekskresi dari keringatnya itu menjadi papul karena kandungan protein yang tinggi. Tapi nggak selalu dibilang alergi sih," ujar dr. Windy, dikutip Minggu (5/7/2026).

Artinya, munculnya bintik-bintik merah atau papul setelah mengonsumsi whey protein bukan berarti seseorang mengalami alergi. Respons tersebut hanya terjadi pada sebagian orang dan bisa dipengaruhi oleh jenis maupun kandungan produk yang dikonsumsi.

Namun, dr. Windy menegaskan bahwa tidak semua keluhan jerawat di punggung berkaitan dengan susu whey protein. Ada kondisi lain yang sering kali menyerupai jerawat, yaitu folikulitis atau peradangan pada folikel rambut.

Menurutnya, folikulitis lebih sering dipicu oleh faktor higienitas. Saat berolahraga, tubuh menghasilkan banyak keringat. Jika pakaian yang basah tidak segera diganti atau tubuh tidak segera dibersihkan, kulit yang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

"Kalau higienitas tuh biasa dihubungkan dengan folikulitis. Mirip-mirip sih kayak jerawat papul-papul gitu, tapi biasa kalau higien atau papul karena folikulitis bakteri biasanya," jelasnya.

Karena gejalanya tampak serupa, banyak orang kerap mengira semua bruntusan di punggung adalah jerawat biasa. Padahal, penyebabnya bisa berbeda, mulai dari respons terhadap konsumsi protein tinggi hingga infeksi bakteri akibat terganggunya skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Oleh sebab itu, dr. Windy mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan penyebab jerawat di punggung tanpa pemeriksaan yang tepat. Penanganan jerawat akibat produksi minyak berlebih tentu berbeda dengan folikulitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

"Iya, folikulitis. Tapi mirip-mirip ya, ada jerawat biasa, ada folikulitis, ada mungkin karena ekskresi karena susu, jadi macam-macam sih," pungkas dr. Windy.

Dengan kata lain, jika jerawat atau bruntusan di punggung muncul setelah rutin mengonsumsi whey protein, jangan terburu-buru menyalahkan suplemen tersebut. Perhatikan juga kebersihan tubuh setelah berolahraga dan segera konsultasikan ke dokter kulit apabila keluhan tidak kunjung membaik atau semakin parah.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut