Seberapa Bahaya Dampak Virus Nipah bagi Manusia? Begini Cara Penularannya
JAKARTA, iNews.id – Virus Nipah (Nipah Virus/NiV) menjadi salah satu penyakit zoonotik yang perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan berat, mulai dari demam tinggi hingga peradangan otak atau ensefalitis yang dapat berujung kematian.
Virus Nipah merupakan penyakit menular dari hewan ke manusia dengan kelelawar buah sebagai reservoir alaminya. Meski kasusnya relatif jarang, tingkat kematian akibat infeksi virus ini tergolong tinggi sehingga deteksi dini menjadi faktor krusial.
Gejala awal virus Nipah kerap menyerupai infeksi umum. Penderita biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan berlebih sehingga sering luput dikenali pada tahap awal.
Seiring perkembangan penyakit, kondisi penderita dapat memburuk. Infeksi virus Nipah berisiko menimbulkan gangguan pernapasan akut, mual, muntah, hingga penurunan kesadaran.
Virus Nipah Menyerang Negara Tetangga Indonesia, Wajib Waspada!
Pada fase paling berat, virus Nipah dapat memicu ensefalitis atau peradangan otak. Kondisi ini menyebabkan kejang, kebingungan, disorientasi, hingga koma dalam waktu singkat jika tidak ditangani secara medis.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat. Penularan virus ini dapat terjadi melalui berbagai jalur.
Penularan dari hewan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti kelelawar buah, babi, atau kambing. Risiko juga meningkat saat mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar, seperti buah yang sudah tergigit atau getah nira mentah.
Virus Nipah juga dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dengan penderita. Paparan cairan tubuh seperti darah, urine, air liur, atau dahak menjadi jalur utama penularan, terutama di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan tanpa alat pelindung diri memadai.
Hingga kini, belum tersedia obat antivirus khusus untuk mengatasi virus Nipah. Penanganan medis difokuskan pada perawatan suportif dan pengendalian gejala guna mencegah kondisi semakin parah.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan diri, menghindari kontak langsung dengan hewan liar, serta memastikan makanan dan minuman dikonsumsi dalam kondisi higienis. Pencegahan dan penanganan cepat menjadi kunci utama menekan risiko fatal akibat virus Nipah.
Virus Nipah tidak menyebar melalui udara seperti flu, melainkan melalui cairan tubuh. Langkah pencegahan sederhana namun konsisten menjadi benteng utama untuk melindungi diri dari ancaman penyakit mematikan ini.
Editor: Dani M Dahwilani