Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Sekolah Tatap Muka Mulai, Hati-Hati Anak Bisa Jadi Carrier Covid-19 ke Rumah

Selasa, 08 Juni 2021 - 09:04:00 WIB
Sekolah Tatap Muka Mulai, Hati-Hati Anak Bisa Jadi Carrier Covid-19 ke Rumah
Simulasi Pembelajaran tatap muka di SD dan SMP Santo Yusup, Jalan Jawa Kota Bandung. (Foto: iNews.id/Arif Budianto)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sekolah tatap muka tengah menjadi isu hangat yang banyak diperbincangkan. Pro dan kontra muncul dari berbagai pihak, lantaran masa pandemi Covid-19 belum berakhir. Ditakutkan lagi, anak yang masuk sekolah justru bisa menjadi carrier (pembawa) virus ke rumah. 
 
Co-Founder Kawal Covid-19, Elina Ciptadi mengatakan, seseorang yang abai akan protokol kesehatan (prokes) khususnya di sekolah hanya perlu satu orang kemudian menimbulkan klaster baru.
 
"Hanya perlu satu orang abai, untuk menulari sekitarnya. Sehingga sekolah itu menjadi klaster penularan," katanya seperti dikutip dari channel YouTube FSGI Pusat, dilansir Selasa (8/6/2021).
 
Elina melanjutkan, apabila beberapa orang yang tertular virus dari satu orang tadi, maka dia akan membawanya ke rumah. Kemudian menularkan kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya.
 
Elina menambahkan, ada dua contoh kasus klaster di sekolah, yaitu sekolah berasrama di Jakarta dan SMP di Pekalongan.
 
Kemudian banyak anggapan, bahwa anak-anak tidak akan mudah tertular. Apabila terpapar Covid-19 sekalipun, mereka (anak-anak) akan cepat sembuh. 
 


Elina memperlihatkan studi kasus dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yakni tentang angka kematian Corona anak 40 persen. Terdapat beberapa gejala yang umum dialami.
 
"40 persen yang masuk rumah sakit. Jadi bukan total, ya," terangnya.
 
Namun perlu diperhatikan, apakah anak-anak positif Covid-19 ini yang masuk ke rumah sakit sudah sangat parah. Sebab hal ini bisa terjadi hasil dari rujukan fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.
 
Apabila dilihat dari data situs resmi Covid-19, tingkat kematian anak Covid-19 di Indonesia sebanyak satu persen.
 
"Satu persen itu kelihatannya tidak banyak, tapi kalau dibandingkan dengan luar negeri nol koma nol sekian persen, anak di Indonesia puluhan kali bisa mati karena Covid-19," katanya.
 
Akan tetapi dengan diadakannya sekolah tatap muka kembali, bukan berarti langsung menimbulkan klaster baru. Dikembalikan kepada masing-masing daerah bagaimana cara menanggulangi Covid-19.
 
"Kami ingatkan adalah kalau bapak, ibu memutuskan untuk mengizinkan anak kembali ke sekolah atau setuju dengan pembukaan sekolah, jangan membuka sekolah tanpa mengetahui risiko-risiko ini. Untuk itulah protokol harus dibuat sedemikian ketat," kata Elina.
 
 
 

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut