Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Anggap Sepele! Gumpalan Darah Bisa Picu Stroke hingga Serangan Jantung Mendadak
Advertisement . Scroll to see content

Sering Duduk dan Jarang Bergerak? Kenali Risiko Gumpalan Darah Mengintai

Kamis, 02 Juli 2026 - 05:45:00 WIB
Sering Duduk dan Jarang Bergerak? Kenali Risiko Gumpalan Darah Mengintai
Ilustrasi seseorang duduk terlalu lama yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sering duduk dalam waktu lama dan jarang bergerak bukan hanya membuat tubuh mudah pegal, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah. Kondisi ini patut diwaspadai karena berpotensi memicu stroke, serangan jantung, hingga gangguan serius lainnya.

Perawat yang aktif membagikan edukasi kesehatan melalui akun X @afrkml, Rizal, menjelaskan gumpalan darah dapat terbentuk di dalam tubuh tanpa disadari. Gumpalan tersebut kemudian berisiko menyumbat pembuluh darah yang mengalirkan oksigen dan nutrisi ke berbagai organ vital.

Jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah otak, dampaknya bisa berupa stroke. Sementara apabila menyumbat pembuluh darah jantung, kondisi itu dapat memicu serangan jantung yang mengancam nyawa.

“Tau gak? Gumpalan darah bisa kebentuk di dalam tubuh dan nyumbat pembuluh darah kita. Kalau nyumbatnya di otak, bisa kena stroke. Kalau di jantung? Ya, serangan jantung,” kata Rizal.

Kurangnya aktivitas fisik, termasuk terlalu lama duduk tanpa diselingi gerakan, diketahui menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan aliran darah. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk lebih sering bergerak dan tidak berdiam diri dalam posisi yang sama selama berjam-jam.

Rizal juga menjelaskan, gumpalan darah yang terlepas dari lokasi awalnya akan berubah menjadi embolus. Embolus kemudian dapat terbawa aliran darah menuju pembuluh darah lain yang lebih kecil sehingga menyebabkan penyumbatan di lokasi berbeda.

“Kalau sumbatan ini lepas dan keluyuran ke mana-mana, disebut embolus yang berisiko nyumbat pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil,” ujar Rizal.

Dia mengingatkan, gumpalan darah sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak orang baru menyadari kondisinya setelah aliran darah terganggu dan organ tubuh mulai mengalami kerusakan.

Pada kondisi yang lebih berat, embolus bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak apabila menyumbat pembuluh darah utama atau pembuluh darah yang menyuplai organ-organ vital.

“Bahkan beberapa kasus kematian mendadak bisa saja terjadi kalau embolus sudah nyumbat pembuluh darah utama atau pembuluh darah yang menyuplai organ vital,” kata Rizal.

Untuk menurunkan risiko terbentuknya gumpalan darah, dia menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, gula darah, serta kolesterol.

Selain itu, mencukupi waktu tidur dan membiasakan diri berdiri atau berjalan sejenak setelah duduk dalam waktu lama juga dapat membantu menjaga kelancaran sirkulasi darah dan mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut