Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lionel Richie Mendadak Dilarikan ke RS di Tengah Konser, Kondisinya Memprihatinkan!
Advertisement . Scroll to see content

Sering Pusing dan Pandangan Buram Bisa Jadi Bukan dari Kepala, Ini Penyebabnya

Jumat, 04 September 2026 - 06:41:00 WIB
Sering Pusing dan Pandangan Buram Bisa Jadi Bukan dari Kepala, Ini Penyebabnya
Rasa pusing tak kunjung hilang, bisa jadi pangkal masalahnya bukan berada di area kepala, melainkan otot leher yang tegang. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sering kali saat pusing atau kliyengan datang menyerang, refleks pertama kita adalah memijat pelipis atau memejamkan mata sejenak. Namun, jika rasa pusing tak kunjung hilang, bisa jadi pangkal masalahnya bukan berada di area kepala, melainkan pada otot leher yang tegang akibat kebiasaan sehari-hari.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, mengungkapkan salah satu pemicu kondisi pusing yang kerap tidak disadari masyarakat adalah cervicogenic dizziness. Kondisi ini berkaitan erat dengan ketegangan pada otot leher bagian depan atau yang dikenal secara medis sebagai otot sternocleidomastoid (SCM).

"POV: Ngasih tau yang sering ngerasa pusing kliyengan, jangan cuma pijit pelipis, coba cara ini dulu (Cervicogenic Dizziness)," tulis dr Cecep, dikutip Rabu (2/9/2026).

Mengapa Otot Leher Bisa Memicu Pusing?

Fenomena pusing akibat otot leher ini bukanlah mitos. Otot leher bagian depan atau SCM memiliki reseptor khusus yang berperan dalam membantu tubuh mengatur keseimbangan.

Kebiasaan terlalu sering menunduk saat menatap layar ponsel atau gadget dapat memicu ketegangan berlebih (trigger point) pada otot tersebut. Postur kepala yang terus-menerus maju ke depan atau turtle neck juga dapat membuat keluhan pusing lebih mudah kambuh.

Kondisi tersebut dapat memicu ketidaksesuaian sinyal sensorik di dalam tubuh atau sensory mismatch. Ketika informasi dari mata dan leher tidak selaras, otak bisa kesulitan menyesuaikannya.

"Mata bilang diam, leher bilang gerak, otak jadi bingung nyocokin sinyalnya, makanya kliyengan & pandangan buram," terang dia.

Cara Mengurangi Ketegangan Otot Leher

Untuk membantu meredakan ketegangan otot SCM, dr Cecep membagikan teknik pertolongan mandiri yang sederhana melalui teknik SCM release.

Pertama, menoleh untuk mencari otot seperti kabel yang terlihat di bagian leher ketika kepala diputar. Sebelum memberikan tekanan, pastikan bagian yang dipegang bukan pembuluh darah utama dengan mengecek denyutnya. Jika ragu, sebaiknya geser titik tekanan.

Setelah menemukan titik yang dimaksud, cubit dan tarik keluar menggunakan tiga jari. Kemudian remas dan tahan pada titik yang terasa "nyut-nyutan" selama 30 hingga 60 detik tanpa digosok. Teknik tersebut dapat diulangi tiga sampai lima kali secara bergantian.

"Tempel handuk/botol hangat di leher samping, 10-15 menit sebelum tidur, biar otot lebih rileks. Kepala kebiasaan maju (Turtle Neck) bikin pusing gampang kambuh. Tarik dagu ke belakang (double chin) tiap 30 menit kerja. Hindari bantal ketinggian bikin dagu nempel dada. Pilih yang bikin leher tetep lurus sejajar tulang belakang," kata dr Cecep.

Namun, dia mengingatkan cervicogenic dizziness merupakan diagnosis penyingkiran. Artinya, kondisi tersebut baru dapat disimpulkan setelah kemungkinan penyebab medis lainnya dipastikan tidak ada oleh dokter.

Teknik relaksasi tersebut juga tidak boleh dilakukan oleh individu yang memiliki riwayat stroke, gangguan pembekuan darah, atau benjolan di area leher. Masyarakat juga diimbau segera mencari pertolongan medis darurat jika pusing disertai gejala yang mengkhawatirkan.

"Kerasa denyut jantung di jari? Lepas dan geser, itu nadi bukan otot. Abis nyubit malah tambah pusing/kunang-kunang? Lepas & duduk dulu. Ke IGD kalau pusing disertai pandangan dobel, bicara pelo, lemas sebelah badan, atau muncul mendadak dan berat," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut